Jakarta, Globalindomedia.com,- Komitmen transparansi menjadi sorotan dalam pelantikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Dalam agenda tersebut, Sudaryono resmi dilantik sebagai Kepala BGN bersama jajaran pimpinan Universitas Republik Indonesia (URI) untuk memperkuat program prioritas pemerintah di bidang gizi nasional dan pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Pelantikan dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 78/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional.
Baca juga: Seleksi Nasional Antar 297 Siswa ke Kemala Bhayangkara
Selain melantik Sudaryono, Presiden juga mengukuhkan Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) dan Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur URI berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 80/P Tahun 2026.

Sudaryono Tegaskan Tata Kelola Bersih
Usai dilantik, Sudaryono menyampaikan komitmennya untuk membangun Badan Gizi Nasional dengan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berbasis sistem. Menurutnya, pengelolaan lembaga harus mengedepankan integritas agar seluruh program dapat berjalan efektif serta tepat sasaran.
Ia juga menegaskan penerapan prinsip zero tolerance terhadap praktik korupsi maupun berbagai bentuk penyimpangan dalam pengelolaan anggaran. Seluruh penggunaan dana negara, kata Sudaryono, harus dipastikan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung program peningkatan gizi nasional.
Komitmen tersebut dinilai sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang terus mendorong reformasi birokrasi, penguatan pengawasan, serta peningkatan akuntabilitas lembaga negara agar pelayanan publik semakin berkualitas.
Simak juga: https://www.instagram.com/reel/DbF0SoQhaP-/?igsh=MW90NzhtcjloaWRmMA==
Penguatan SDM Melalui URI
Selain memperkuat Badan Gizi Nasional, pemerintah juga mempercepat pembentukan Universitas Republik Indonesia sebagai bagian dari strategi jangka panjang mencetak pemimpin masa depan. Kehadiran URI diharapkan menjadi salah satu pusat pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Pemerintah menjelaskan bahwa ekosistem pendidikan akan dibangun secara berkelanjutan, mulai dari Sekolah Unggulan Garuda, Universitas Republik Indonesia, hingga penguatan Lembaga Administrasi Negara sebagai pusat pembinaan aparatur pemerintahan dan SDM di lingkungan pemerintahan maupun BUMN.
Melalui penguatan lembaga pendidikan tersebut, pemerintah berharap lahir generasi yang memiliki kompetensi, karakter kepemimpinan, dan integritas tinggi untuk menghadapi tantangan pembangunan nasional di masa depan.
Dihadiri Pejabat Tinggi Negara
Pelantikan di Istana Negara turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming, para pimpinan lembaga negara, menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, serta Jaksa Agung ST Burhanuddin.
Kehadiran para pejabat tinggi negara menunjukkan dukungan terhadap penguatan lembaga strategis yang menjadi bagian dari program prioritas nasional.
Pemerintah menargetkan sinergi antarlembaga dapat mempercepat pelaksanaan berbagai kebijakan, terutama di bidang peningkatan gizi masyarakat dan pembangunan SDM.
Komitmen transparansi yang disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional yang baru menjadi pesan penting dalam pelantikan tersebut.
Tata kelola yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik sekaligus memastikan setiap program pemerintah memberikan dampak nyata bagi pembangunan Indonesia.
Wrs.
