Motor Listrik Nasional MOLINAS Targetkan Produksi 75 Ribu Unit 2026

Jakarta, Globalindomedia.com,- Motor Listrik Nasional (MOLINAS) menetapkan target produksi sebanyak 75.000 unit pada tahun 2026 sebagai langkah awal pengembangan ekosistem kendaraan listrik dalam negeri.

Program yang digagas oleh BPI Danantara bersama PT Len Industri ini dirancang bukan sekadar peluncuran satu merek motor listrik, melainkan pembangunan ekosistem industri secara menyeluruh, mulai dari manufaktur hingga penyerapan pasar.

Baca juga: Lima Kasus Pengeroyokan Terungkap di Jalur Malang–Surabaya Pasuruan

Permintaan Pasar Diproyeksikan Tembus 1,5 Juta Unit

Pemerintah memproyeksikan total permintaan motor listrik nasional pada 2028 dapat mencapai sekitar 1,5 juta unit. Proyeksi ini menunjukkan potensi pasar yang masih terbuka lebar untuk terus dikembangkan seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan.

Target produksi 75.000 unit pada 2026 menjadi fondasi awal sebelum kapasitas produksi ditingkatkan secara bertahap. PT Len Industri berperan sebagai Lead Integrator yang mengorkestrasi kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam program ini.

Perusahaan yang bernaung di bawah Holding Defend ID/Kementerian Pertahanan tersebut menargetkan kapasitas produksi jangka panjang hingga 100.000 unit per tahun, dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang saat ini mencapai 40 persen dan ditargetkan naik menjadi 60 persen.

Simak juga: https://www.instagram.com/p/Db-uyxVmsjQ/?igsh=dWFtdzhnemRodTg3

Ekosistem Menyeluruh dari Hulu hingga Hilir

Untuk mengejar target produksi tersebut, pemerintah membangun ekosistem yang mencakup tujuh sektor. Ekosistem ini meliputi industri dan manufaktur, produksi komponen dan baterai, layanan charging dan battery swapping, skema pembiayaan, jaringan distribusi, layanan purnajual, serta strategi penyerapan pasar.

Pendekatan terintegrasi ini diharapkan mampu menopang pencapaian target produksi secara berkelanjutan, bukan hanya bergantung pada satu lini produk.

Dampak Ekonomi dan Ketenagakerjaan

Selain target produksi, MOLINAS juga diproyeksikan memberikan efek berganda terhadap perekonomian nasional. Potensi ekonomi dari pengembangan program ini pada periode 2026–2031 diperkirakan mencapai Rp150 triliun, dengan penciptaan sekitar 215 ribu lapangan kerja baru.

Program ini turut diharapkan menekan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan memperbaiki neraca dagang energi hingga Rp82,2 triliun, serta meningkatkan neraca dagang nasional sebesar Rp45 triliun pada periode 2027–2037 melalui pengurangan ketergantungan impor minyak mentah.

Komitmen Pemerintah untuk Transisi Energi

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya percepatan elektrifikasi kendaraan sebagai bagian dari transisi energi nasional. “Dengan motor dan mobil listrik, dengan bus listrik, dengan traktor listrik, dengan sebanyak mungkin alat-alat kita menggunakan listrik sebagai energi utama, kita akan lebih aman, kita akan lebih sejahtera,” ujar Prabowo.

Dengan target produksi 75.000 unit pada 2026 sebagai titik awal, pemerintah optimistis MOLINAS mampu memenuhi lonjakan permintaan pasar sekaligus memperkuat kemandirian industri kendaraan listrik nasional dalam jangka panjang.

Warsono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *