Kirab Ruwatan Agung Nuswantoro Warnai Desa Putuk Truno

Pasuruan, Globalindomedia.com,- Kirab Ruwatan Agung Nuswantoro warnai Desa Putuk Truno, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (22/8/2026). Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) menggelar acara tersebut dan mengundang perhatian besar dari warga sekitar.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., hadir langsung bersama Ketua Wilayah Timur (Wilter) Jawa Timur GMBI, Sugeng, S.Pd., untuk memeriahkan jalannya kirab.

Panitia memulai kirab pukul 13.00 WIB dan berhasil menyedot perhatian ratusan warga yang memadati sepanjang rute acara. Warga tidak hanya datang dari Desa Putuk Truno, melainkan juga dari desa-desa sekitarnya untuk menyaksikan langsung jalannya kirab budaya tersebut.

Kirab Ruwatan Agung Nuswantoro warnai Desa Putuk Truno, Prigen, Pasuruan, dihadiri Kapolres dan Ketua Wilter Jatim GMBI, disaksikan ratusan warga.

Kapolres dan Ketua Wilter Jatim Pimpin Barisan

AKBP Harto Agung Cahyono memimpin barisan kirab dengan menunggangi seekor kuda berwarna cokelat. Ia berjalan beriringan dengan Sugeng, S.Pd, yang menaiki kuda berwarna putih di sisi lain rombongan. Kehadiran kedua tokoh ini menambah semarak suasana kirab yang mengusung tema kebudayaan dan rasa syukur masyarakat desa.

Rombongan kirab menyusuri jalan utama desa sambil menerima sorak-sorai dan sambutan hangat dari warga yang berjejer di sepanjang jalan. Suasana khidmat dan meriah mewarnai sepanjang rute yang dilalui peserta kirab.

Warga Antusias Saksikan Ruwatan

Salah satu warga, Mita Sari, mengaku sangat senang bisa menyaksikan kirab tersebut secara langsung dari pinggir jalan. Ia datang bersama anaknya yang masih balita sambil mengabadikan momen kirab menggunakan telepon genggamnya. “Semoga desa kita semakin maju dan berkah dengan adanya Ruwatan Agung Nuswantoro ini,” ujarnya.

Mita menambahkan bahwa acara budaya seperti ini jarang terjadi di desanya sehingga ia tidak ingin melewatkan momen tersebut begitu saja.

Kades: Ruwatan Jadi Wujud Syukur Warga

Kepala Desa Putuk Truno, Anton Suprapto, yang telah menjabat selama tiga periode, turut hadir dan menyambut antusias pelaksanaan kirab tersebut. Ia menyampaikan bahwa acara ini memiliki makna sakral bagi warga desa.

Saat ditemui awak media di kantor desa, Anton Suprapto mengungkapkan bahwa ruwatan tersebut merupakan wujud rasa syukur warga kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkah yang diberikan kepada Desa Putuk Truno.

Ia berharap tradisi Ruwatan Agung Nuswantoro dapat menjadi agenda tahunan yang mempererat kebersamaan warga sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya lokal.

Kirab Ditutup dengan Yel-Yel GMBI

Kirab dan ruwatan resmi berakhir pukul 15.00 WIB. Ketua Wilter Jatim GMBI, Sugeng, S.Pd, langsung menutup acara yang diikuti pekikan yel-yel khas GMBI dari para peserta.

“Semoga acara ini bisa terus terlaksana dan sukses ke depannya,” kata Anton Suprapto menutup rangkaian acara.

Seluruh rangkaian Kirab Ruwatan Agung Nuswantoro di Desa Putuk Truno berjalan lancar dan aman berkat dukungan aparat kepolisian serta partisipasi aktif masyarakat setempat, sekaligus mempertegas semangat pelestarian budaya di tengah masyarakat desa.

Warsono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *