Pemkab Sidoarjo Tata Perbatasan Surabaya, Gapura Jenggala Disiapkan

Sidoarjo, Globalindomedia.com,- Pemkab Sidoarjo Tata kawasan perbatasan dengan Surabaya dan berencana membangun Gapura Jenggala berukuran besar. Penataan ini bertujuan mempertegas batas wilayah administrasi sekaligus mengangkat nilai sejarah dan kearifan lokal Sidoarjo.

Kawasan yang menjadi fokus menghubungkan Kelurahan Menanggal, Kecamatan Gayungan, Surabaya, dengan Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Landmark Kuat untuk Wajah Perbatasan

Pemkab Sidoarjo tata menilai dan mendesak dilakukan agar lingkungan perbatasan tampil lebih tertib. Kawasan itu juga perlu memiliki landmark atau penanda ruang yang kuat dan estetik.

Baca juga: Dewan Pendidikan Sidoarjo 2026–2031 Resmi Dikukuhkan

Bupati Sidoarjo Subandi menyebut rencana pembangunan Gapura Jenggala akan dibahas mendalam bersama Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo. Langkah ini untuk memastikan desain gapura matang, kontekstual, dan selaras dengan narasi sejarah daerah.

“Mudah-mudahan kawasan perbatasan ini bisa ditata ulang sesuai kearifan lokal. Kita ingin mengembalikan nilai-nilai lokal di situ, supaya batas wilayah Surabaya dan Sidoarjo terlihat jelas, sekaligus mengangkat kembali sejarah Sidoarjo,” ujar Subandi saat meninjau lokasi, Jumat (23/10/2026).

Pemkab Sidoarjo tata kawasan perbatasan Surabaya dan siapkan Gapura Jenggala. Bupati Subandi tinjau lokasi di Waru, PKL dan parkir ikut ditertibkan.

Didampingi Pejabat Daerah

Dalam peninjauan tersebut, Subandi didampingi Wakil Ketua III DPRD Sidoarjo Warih Andono dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo Arif Mulyono. Turut hadir Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo Kombes Pol Gatot Soegeng Soesanto.

Spesifikasi Gapura

Gapura diproyeksikan memiliki lebar minimal 2,5 meter dengan bentang sekitar 7 hingga 8 meter. Ukuran pastinya menunggu penyesuaian dengan daya dukung dan kondisi riil di lapangan.

“Desainnya akan dimatangkan terlebih dahulu agar benar-benar mencerminkan identitas Sidoarjo. Kita ingin setiap daerah menampilkan karakteristik sejarahnya masing-masing,” kata Subandi.

Taman, PKL, dan Parkir Ikut Ditata

Selain gapura, penataan mencakup pembenahan taman dan perbaikan estetika lingkungan. Pemkab kini menyusun rencana dan desain tata ruang agar proses penataan berjalan terarah.

Penataan juga menyentuh aspek sosial dan lalu lintas. Pemkab berencana mendata pedagang kaki lima (PKL) di sekitar lokasi dan menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan.

Warsono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *