Sidoarjo, Globalindomedia.com,- Wabup Mimik Idayana mendorong para siswa berani berkarya dan tidak takut mencoba. Pesan itu ia sampaikan saat buku antologi “Perempuan yang Menginspirasi Sidoarjo” diluncurkan MTs Negeri 4 Sidoarjo, Kamis (29/10/2026). Buku tersebut merekam perjalanan hidup dan kiprah Wakil Bupati Sidoarjo itu.
Apresiasi untuk Siswa, Guru, dan Wali Murid
Wabup Mimik Idayana menyampaikan apresiasi atas kreativitas siswa, guru, dan wali murid yang menghasilkan karya tentang sosok perempuan inspiratif. Sebanyak 30 penulis terlibat, terdiri atas 26 siswa, tiga guru, dan satu wali murid.
Ia berharap buku itu menjadi pijakan awal bagi karya lain yang mengulas perjalanan tokoh-tokoh Sidoarjo.
Baca juga: Santunan BPJS Ketenagakerjaan Kades Tropodo Capai Rp46 Juta
“Semoga ini jadi contoh bagi sekolah lain. Jangan berhenti pada buku tentang perempuan yang menginspirasi, nantinya juga ada tulisan tentang tokoh-tokoh lain. Ini bukti bahwa anak-anak dan guru kita punya potensi besar untuk berkarya dan mengharumkan nama Sidoarjo,” katanya.
Jangan Takut Mencoba dan Salah
Mimik juga mengajak siswa terus mengasah kemampuan menulis. Menurutnya, tulisan yang dibuat hari ini bisa menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang di masa depan.
“Jangan takut mencoba, jangan takut salah. Teruslah belajar, teruslah berkarya, dan jangan pernah berhenti menginspirasi,” pesannya.
Isi Buku: Perjalanan dari Politik hingga Pemerintahan
Buku antologi itu mengisahkan dedikasi Mimik Idayana. Cerita dimulai dari aktivitasnya sebelum terjun ke dunia politik, lalu menjadi anggota legislatif, hingga mengemban amanah sebagai wakil bupati.

Penyusunan buku berlangsung kurang lebih dua bulan. Setiap penulis menghadirkan sudut pandang berbeda tentang sosok yang mereka kagumi.
Ide Muncul dari Diskusi Siswa
Kepala MTsN 4 Sidoarjo Islakha Wahyuni menjelaskan, ide penulisan berawal dari diskusi tentang tokoh teladan. Siswa tertarik mengangkat sosok perempuan yang berprestasi dan dipercaya menduduki jabatan strategis di pemerintahan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang kepada siswa untuk menuangkan gagasan, mengenal tokoh inspiratif, sekaligus menumbuhkan keberanian dalam menulis dan meraih cita-cita,” ujarnya.
Islakha menambahkan, madrasah terus memperkuat literasi lewat puisi, antologi, cerita pendek, hingga buku pantun. Guru dan kepala madrasah ikut menulis sebagai teladan bagi siswa.
Pesan Amanah dan Komunikasi
Di hadapan para siswa, Mimik turut menekankan pentingnya amanah, tanggung jawab, dan komunikasi dalam pengabdian kepada masyarakat. Ia menegaskan kepercayaan publik harus dijawab dengan kerja nyata dan upaya mencari solusi.
“Kalau ada masalah, mari duduk bersama, berkomunikasi, dan cari jalan keluarnya supaya persoalan bisa diselesaikan,” katanya.
Mimik juga berbagi cerita tentang kehidupannya sebelum menjadi anggota dewan dan wakil bupati. Baginya, berinteraksi langsung dengan masyarakat menjadi kunci memahami persoalan sekaligus membangun kedekatan dengan warga.
Warsono
