Sidoarjo, Globalindomedia.com,- Normalisasi Sungai Sidoarjo terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebagai langkah strategis untuk menekan risiko banjir musiman.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSA), pemkab melakukan pengerukan sedimen dan pembersihan sungai di sejumlah titik rawan guna menjaga kelancaran aliran air, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Salah satu fokus utama kegiatan tersebut berada di kawasan belakang Pabrik Gula (PG) Krembung, tepatnya di wilayah Mojoruntut, Kecamatan Krembung.
Baca juga: Ramp Check Angkutan Umum Tingkatkan Keselamatan
Di lokasi ini, endapan sedimen dinilai sudah cukup tebal dan berpotensi menyebabkan penyempitan sungai jika tidak segera ditangani.
Kepala Dinas PUBMSA Sidoarjo, Mohammad Mahmud, mengatakan normalisasi sungai merupakan bagian dari program rutin mitigasi bencana hidrometeorologi.
Ia menegaskan bahwa upaya ini dilakukan secara terukur dan berkelanjutan agar dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Fokus Pengerjaan di Mojoruntut Krembung
Mahmud menjelaskan, normalisasi sungai di wilayah Mojoruntut mencakup aliran sepanjang kurang lebih tiga kilometer.
Tim di lapangan mengerahkan alat berat sejak pagi hari untuk mempercepat proses pengerukan sedimen yang selama ini menghambat kapasitas sungai.
Menurutnya, target penyelesaian di lokasi tersebut ditetapkan dalam waktu dua hingga tiga hari.
Setelah pekerjaan rampung, alat berat akan segera dipindahkan ke lokasi lain yang juga membutuhkan penanganan serupa.
“Kami menargetkan dua sampai tiga hari pekerjaan di belakang PG Krembung sudah selesai. Setelah itu, kami langsung bergeser ke titik lain agar penanganan bisa berjalan bersamaan,” ujar Mahmud saat meninjau lokasi, Senin (9/2/2026).
Normalisasi di Beberapa Titik Strategis
Selain di Kecamatan Krembung, Dinas PUBMSA Sidoarjo telah menyusun jadwal normalisasi di beberapa wilayah lain mulai hari berikutnya.
Lokasi tersebut meliputi Normalisasi Kacer Nguli di Desa Kedung Kembar, Normalisasi Afvoer Wilayut di Kecamatan Sukodono, serta pembersihan sampah sungai secara rutin di wilayah Kedondong, Kecamatan Tulangan.
Mahmud menilai, pembersihan sampah sungai sama pentingnya dengan pengerukan sedimen.
Sampah yang menumpuk sering kali menjadi penyebab utama tersumbatnya aliran air, terutama di kawasan permukiman padat.
Ia memastikan seluruh kegiatan normalisasi dan perbaikan infrastruktur berjalan sesuai Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Hingga saat ini, proses pengerjaan berlangsung lancar tanpa kendala berarti di lapangan.
Sedimen Dukung Program Sosial TNI
Dinas PUBMSA Sidoarjo juga memanfaatkan hasil pengerukan sedimen untuk kegiatan yang lebih produktif.
Melalui sinergi dengan TNI, khususnya Kodim dan Koramil, sedimen digunakan sebagai material pengurukan dalam program Karya Bakti TNI Terpadu (KDMP).
“Sedimen hasil normalisasi tidak kami buang percuma. Kami manfaatkan untuk mendukung pengurukan KDMP bersama Kodim dan Koramil, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Mahmud.
Melalui normalisasi sungai yang intensif dan kolaborasi lintas sektor, Pemkab Sidoarjo berharap risiko banjir musiman dapat ditekan secara signifikan.
Upaya ini tidak hanya menjaga keselamatan warga, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan dan infrastruktur daerah secara berkelanjutan.
Wrs.

One thought on “Normalisasi Sungai Sidoarjo Tekan Risiko Banjir Musiman”