Gempa M7,2 Guncang Ayacucho Peru, 18 Desa Rusak

Ayacucho, Globalindomedia.com,- Gempa M7,2 mengguncang wilayah Ayacucho, Peru, pada Kamis, 20 Agustus 2026, sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Instituto Geofísico del Perú (IGP) mencatat episentrum gempa berada 35 kilometer di utara Coracora, Provinsi Parinacochas, dengan kedalaman 108 kilometer.

Kedalaman tersebut menempatkan gempa dalam kategori intermediate atau menengah. IGP mencatat koordinat episentrum pada 14,70 derajat Lintang Selatan dan 73,78 derajat Bujur Barat melalui laporan resmi bernomor IGP/CENSIS/RS 2026-0568.

Guncangan berlangsung sekitar satu menit dan warga merasakannya hingga ke sejumlah wilayah lain. Getaran gempa tercatat kuat di Parinacochas dan Nazca, sedang di Ica dan Pisco, serta tetap terasa hingga ibu kota Lima, Apurímac, Arequipa, dan Cusco.

Belum Ada Korban Jiwa, Kerusakan Mulai Terdata

Otoritas Peru belum melaporkan korban jiwa akibat gempa ini. Meski begitu, Defensoría del Pueblo mencatat 18 pemukiman di Ayacucho mengalami dampak, dengan sejumlah rumah warga rusak. Kanal N melaporkan pula kerusakan ringan di wilayah Cusco berdasarkan sejumlah video yang beredar di media sosial.

Gempa M7,2 guncang Ayacucho, Peru, Kamis (20/8/2026). Episentrum di Coracora, kedalaman 108 km, 18 desa rusak, terasa hingga Lima dan Cusco.

Wali Kota Parinacochas, Yony Reyes, menyampaikan kekhawatiran kepada RPP bahwa bagian utara provinsinya berpotensi mengalami dampak signifikan. Ia beralasan sebagian besar bangunan di wilayah tersebut didirikan secara informal.

Coracora, lokasi episentrum, dikenal sebagai kawasan Andes dengan banyak rumah berbahan adobe atau bata tanah liat. Kondisi ini yang membuat otoritas setempat lebih waspada terhadap potensi kerusakan struktural, sekalipun laporan awal belum menunjukkan kerusakan besar.

Aktivitas Tektonik di Selatan Peru

Gempa ini terjadi akibat interaksi antara Lempeng Nazca dan Lempeng Amerika Selatan yang bertemu di lepas pantai Peru. Wilayah ini secara historis memang rawan gempa besar akibat aktivitas subduksi kedua lempeng tersebut.

Ahli geofisika menjelaskan bahwa kedalaman 108 kilometer membuat gelombang seismik menempuh jarak panjang menuju permukaan. Proses ini melepaskan sekaligus menyebarkan sebagian energi gempa selama perjalanan, sehingga guncangan yang dirasakan di permukaan cenderung tidak sekuat gempa dangkal dengan magnitudo serupa.

Sehari sebelumnya, pada Rabu, 19 Agustus 2026, IGP juga mencatat gempa magnitudo 4,8 di lepas pantai Lima. Episentrum gempa tersebut berada 42 kilometer di barat daya Lurín dan tidak menimbulkan dampak berarti.

Otoritas Terus Pantau Dampak Lanjutan

Pemerintah Peru melalui IGP dan lembaga terkait terus memantau wilayah terdampak untuk memastikan skala kerusakan material maupun dampak terhadap warga. Tim di lapangan mengumpulkan data dari desa-desa di sekitar Coracora yang paling dekat dengan episentrum.

Sepanjang 2026, Peru dan sejumlah negara Amerika Selatan lainnya mencatat rentetan gempa bermagnitudo besar. Data menunjukkan setidaknya sepuluh gempa berkekuatan magnitudo 7 atau lebih telah tercatat di kawasan tersebut sepanjang tahun ini, menandai tingginya aktivitas seismik di jalur Pasifik.

Warga di wilayah selatan Peru diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. IGP akan memperbarui data begitu proses asesmen lapangan rampung dilakukan.

Gery.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *