Banyuwangi Terima Bantuan 40 Armada Sampah dari UEA

Banyuwangi, Globalindomedia.com, — Banyuwangi terima bantuan sarana pengelolaan sampah dari lembaga nonpemerintah (NGO) asal Uni Emirat Arab (UEA). Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di TPS3R Balak, Kecamatan Songgon, Kamis, 20 Agustus 2026.

Penyerahan armada ini menjadi bagian dari program Banyuwangi Hijau yang telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir.

Zulkifli Hasan hadir langsung meninjau lokasi dan menyerahkan kendaraan operasional kepada Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, yang turut didampingi Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bayu Hadiyanto beserta jajaran terkait.

Bantuan Berasal dari Lembaga Clean Rivers

Bantuan tersebut berasal dari Lembaga Clean Rivers, organisasi asal UEA yang fokus pada penanganan sampah di sejumlah negara berkembang. Armada yang diserahkan meliputi 21 unit kendaraan roda tiga, 12 unit mobil pikap, dua truk armroll, dan lima kontainer armroll.

Menko Zulhas menyebut penyerahan bantuan tahap pertama ini akan menyokong operasional pengumpulan sampah rumah tangga di wilayah Songgon dan Balak, sebelum nantinya diperluas ke daerah lain di Banyuwangi.

Banyuwangi terima bantuan 40 armada pengelolaan sampah dari NGO Uni Emirat Arab. Menko Zulhas serahkan langsung di TPS3R Balak, Songgon.

Banyuwangi Dinilai Terbaik dalam Kelola Sampah

Zulhas menjelaskan alasan Banyuwangi banyak menerima dukungan internasional untuk urusan persampahan. Ia menilai Banyuwangi merupakan salah satu kabupaten dengan pengelolaan sampah terbaik, sehingga menarik perhatian sejumlah lembaga donor luar negeri.

Selain dari UEA, Banyuwangi juga pernah mendapat dukungan serupa dari Norwegia dan Austria. Kolaborasi dengan Austria misalnya terwujud lewat perusahaan Borealis yang turut membiayai pembangunan fasilitas TPS3R di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo.

TPS3R Balak Layani Puluhan Desa

TPS3R Balak sendiri dirancang untuk menangani sampah rumah tangga secara menyeluruh, mulai dari pengumpulan di sumber hingga pemrosesan akhir. Setiap harinya, petugas kebersihan berkeliling kampung untuk mengambil sampah warga sebelum dibawa ke fasilitas pengolahan.

Di TPS3R, sampah yang masuk akan dipilah menggunakan mesin konveyor berdasarkan kategori organik dan anorganik. Sampah nonorganik bernilai ekonomis seperti botol plastik dan kertas akan dipres lalu dikirim ke pabrik daur ulang. Fasilitas ini melayani puluhan desa di beberapa kecamatan sekitar Songgon.

Data Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi mencatat produksi sampah di seluruh wilayah kabupaten mencapai sekitar 900 ton per hari, seiring jumlah penduduk yang mendekati 1,8 juta jiwa. Angka tersebut mendorong pemkab terus memperluas jaringan fasilitas pengolahan sampah berbasis komunitas hingga ke tingkat kecamatan.

Perkuat Program Banyuwangi Hijau

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menyambut baik terima tambahan armada tersebut. Ia menyebut bantuan ini akan memperkuat operasional pengangkutan sampah di lapangan, sekaligus mempercepat target Banyuwangi menuju daerah bebas sampah.

Pemkab Banyuwangi berencana melanjutkan pembangunan fasilitas serupa di sejumlah titik lain, termasuk Stasiun Peralihan Antara di Kelurahan Kertosari dan Desa Setail. Langkah ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak desa sekaligus mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Dengan tambahan dukungan dari UEA, program Banyuwangi Hijau diproyeksikan semakin optimal dalam menekan timbulan sampah sekaligus mendorong ekonomi sirkular berbasis daur ulang di tingkat desa.

Gery.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *