Langkah Siaga Gempa, Warga Sidoarjo Dilatih BMKG

Sidoarjo, Globalindomedia.com,- Langkah Siaga gempa menjadi bekal 53 warga Sidoarjo dalam Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG), Sabtu (17/10/2026). BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang menggelar pelatihan itu di pendopo Delta Wibawa.

Peserta terdiri dari aparat TNI, Polri, ASN, dan masyarakat umum. Pemkab Sidoarjo berharap mereka menjadi pelopor kesiapsiagaan di lingkungan masing-masing.

Tahu Apa yang Dilakukan di Setiap Tahap

Kepala Stasiun Geofisika Malang Ricko Kardoso menekankan pentingnya memahami respons di tiap fase bencana. “Keberadaan potensi inilah yang harus kita respons dengan langkah siaga, mengenali apa yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan setelah gempa bumi terjadi,” ujarnya.

Baca juga: Ekonomi Desa Sidoarjo Digenjot, 219 KDMP Jadi Motor

Ricko menyebut Indonesia sebagai wilayah rawan gempa dan tsunami. Karena itu, edukasi massal perlu berjalan sebelum bencana datang.

Di Sidoarjo, kajian Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) 2024 mencatat Sesar Waru melintasi wilayah tersebut. Sesar itu berpotensi memicu gempa hingga magnitudo 6,8. Meski begitu, Ricko menegaskan angka itu berupa potensi, bukan prediksi waktu kejadian.

Sebelum Gempa: Siapkan Rumah dan Keluarga

Persiapan dimulai dari rumah. BMKG dan media nasional menyarankan warga mengikat lemari atau rak besar ke dinding, menaruh barang berat di rak bawah, dan menjaga jalur evakuasi tetap bebas.

Keluarga juga perlu menyiapkan perlengkapan dasar. Daftar itu mencakup kotak P3K, senter, radio, makanan, dan air. Warga sebaiknya mencatat nomor telepon penting dan memastikan anak tahu cara berlindung di bawah meja sambil melindungi kepala.

Langkah siaga gempa sebelum, saat, dan setelah bencana diajarkan BMKG kepada 53 warga Sidoarjo lewat Sekolah Lapang Gempa Bumi.

Saat Gempa: Tenang Jadi Kunci

Panik memperbesar risiko cedera. Bahrul Amig, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Sidoarjo, mengingatkan bahwa guncangan kerap memicu kepanikan massal. Ia mewakili Bupati Sidoarjo H. Subandi saat membuka SLG.

Panduan keselamatan menempatkan sikap tenang sebagai kunci utama saat gempa terjadi. Warga perlu melindungi kepala dan menjauhi benda yang mudah jatuh.

Setelah Gempa: Pantau Info Resmi

Setelah guncangan reda, warga perlu waspada terhadap gempa susulan. Pemerintah menyarankan masyarakat memantau informasi kegempaan lewat media sosial atau aplikasi BMKG. Warga juga sebaiknya tidak memasuki bangunan yang terkena dampak gempa.

BMKG meminta masyarakat tidak mudah percaya pada kabar yang mengklaim gempa bisa diprediksi dalam waktu dekat. Sumber resmi tetap menjadi rujukan utama.

Pelajaran dari Gempa Besar di NTT

Bahrul mencontohkan gempa besar di Nusa Tenggara Timur sebagai pengingat dampak destruktif bencana tektonik. Gempa Flores pada 15 Agustus 2026 memicu ribuan gempa susulan yang BMKG catat setelahnya.

Ia mengajak peserta meneruskan materi kepada keluarga. “Mari kita ubah rasa takut dan panik masyarakat menjadi kesiapsiagaan nyata,” kata Bahrul.

Warsono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *