Pasar Sayur Gempol Catat Lonjakan Transaksi Perdagangan Jatim

Pasuruan, Globalindomedia.com,- Pasar Sayur Gempol di Kabupaten Pasuruan terus mencatat peningkatan transaksi perdagangan dan menjadi salah satu pusat distribusi sayuran yang diperhitungkan di Jawa Timur.

Dalam dua tahun terakhir, jumlah pembeli dan pedagang meningkat signifikan, seiring harga yang kompetitif dan kondisi pasar yang relatif aman serta tertib.

Aktivitas jual beli berlangsung sejak dini hari hingga pagi, dengan arus distribusi datang dari berbagai daerah seperti Malang, Probolinggo, dan wilayah tapal kuda. Kondisi ini mendorong masuknya pedagang besar yang membuka lapak secara rutin di kawasan pasar.

Baca juga : Kecelakaan Simpang Muning Libatkan Bus Harapan Jaya

Lonjakan transaksi tersebut juga berdampak langsung pada meningkatnya kontribusi pasar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pasuruan.

Diskoperindag Tinjau Aktivitas dan Serap Aspirasi Pedagang

Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pasuruan, Taufiqul Ghony, meninjau langsung kondisi Pasar Sayur Gempol pada 23 Januari 2026.

Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Camat Gempol, Kepala Unit Pasar, Bhabinkamtibmas, serta pengurus paguyuban pedagang.

Ghony berdialog dengan pedagang untuk menyerap masukan terkait fasilitas, keamanan, serta tata kelola pasar. Ia juga memantau aktivitas bongkar muat dan sirkulasi kendaraan pengangkut sayuran di area pasar.

Simak juga : https://www.instagram.com/reel/DT2rfAFE9vB/?igsh=MTFmcWVydnJlbXZ3Mw==

Sejumlah pedagang menyampaikan bahwa penjualan di Pasar Sayur Gempol berlangsung stabil dan cenderung meningkat.

Seorang pedagang asal Malang menyebut harga yang lebih murah dan situasi yang tertib membuat pembeli datang secara rutin. Ia berharap keberadaan pedagang buah dapat menambah kelengkapan komoditas dan memperluas daya tarik pasar.

Paguyuban Dorong Perbaikan Fasilitas dan Perluasan Area

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Sayur Gempol, Abah Bakir, menyampaikan bahwa pertumbuhan pasar perlu diimbangi dengan peningkatan fasilitas pendukung.

Ia menilai penerangan di sejumlah titik masih kurang optimal, terutama saat aktivitas padat berlangsung pada malam hingga dini hari.

Ia juga mengusulkan perluasan area pasar untuk menampung pedagang baru yang terus berdatangan. Menurutnya, keterbatasan ruang dapat memicu kepadatan dan mengganggu kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi pasar.

Abah Bakir berharap hasil kunjungan pemerintah daerah dapat ditindaklanjuti dengan langkah konkret agar pasar berkembang secara tertata dan berkelanjutan.

Kontribusi PAD Melampaui Target Awal

Data Diskoperindag menunjukkan Pasar Sayur Gempol memberikan kontribusi PAD sebesar Rp291 juta, melampaui target awal yang ditetapkan sebesar Rp211 juta. Pencapaian tersebut mencerminkan meningkatnya volume transaksi serta bertambahnya pedagang yang tercatat secara resmi.

Pemerintah daerah menilai capaian ini sebagai indikator positif dari pengelolaan pasar tradisional yang mulai menunjukkan daya saing dengan pusat distribusi modern.

Pasar Sayur Gempol kini menjadi salah satu aset ekonomi penting di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Ghony menyampaikan bahwa pihaknya akan menyusun kajian lanjutan untuk memetakan kebutuhan pengembangan pasar.

Hasil kajian tersebut akan disampaikan kepada Bupati Pasuruan sebagai dasar penentuan kebijakan peningkatan fasilitas dan pengelolaan pasar.

Penguatan Pasar Tradisional Dukung Stabilitas Distribusi

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menempatkan penguatan pasar tradisional sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas distribusi pangan dan perputaran ekonomi lokal.

Pasar tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi, tetapi juga sebagai penghubung rantai pasok antarwilayah.

Ghony menegaskan bahwa peningkatan kualitas Pasar Sayur Gempol sejalan dengan visi pembangunan daerah yang mendorong pasar tradisional menjadi destinasi utama masyarakat.

Ia menilai keberhasilan pasar ini dapat menjadi model pengembangan pasar lain di wilayah Pasuruan.

Dengan dukungan fasilitas yang memadai, pengelolaan yang tertib, dan keamanan yang terjaga, Pasar Sayur Gempol berpotensi memperkuat posisi Jawa Timur sebagai sentra distribusi sayuran regional.

Dampak sosialnya tidak hanya terlihat pada meningkatnya pendapatan pedagang, tetapi juga pada terjaganya akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau.

F4nd1.

One thought on “Pasar Sayur Gempol Catat Lonjakan Transaksi Perdagangan Jatim”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *