Pasuruan, Globalindomedia.com,- 12 rumah warga Jarangan rusak diterjang puting beliung yang melanda Dusun Bandaran, Desa Jarangan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Angin kencang datang saat hujan mengguyur wilayah tersebut sejak siang hingga sore hari. Peristiwa ini merusak bagian atap rumah dan membuat warga panik.
Camat Rejoso, Arfian Fakhrudin, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan angin kencang muncul pada sore hari ketika intensitas hujan masih berlangsung.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Jawa Timur Rabu 18 Februari 2026
Pemerintah kecamatan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan membantu warga terdampak.
“Karena hujan juga turun mulai siang sampai sore, malam hujan lagi, tapi angin kencangnya itu terjadi pas sorenya,” ujar Arfian saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Minggu (15/2/2026).
Atap Rumah Ambruk dan Listrik Dipadamkan
Puting beliung merusak sedikitnya 12 rumah milik warga atas nama Atim, Misnan, Mujiati, Khoiriyah, M. Sanip, Tinami, Sutinah, Samsul Arifin, Anis Sufilah, M. Saekhudi, Intan Permatasari, dan Mariyah.
Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap yang terlepas dan berhamburan akibat terjangan angin.
Warga sempat berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan mengamankan barang berharga.
Beberapa material atap jatuh di halaman dan akses jalan permukiman. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini.
Petugas ketenteraman dan ketertiban (Trantib) Kecamatan Rejoso bersama perangkat Desa Jarangan segera memutus aliran listrik sementara.
Langkah itu mereka ambil untuk mencegah risiko korsleting dan sengatan listrik akibat kabel yang berpotensi terkelupas atau tertimpa material bangunan.
“Kita matikan listrik supaya tidak terjadi apa-apa seperti kesetrum dan lainnya. Semua terlibat, mulai anggota Trantib Kecamatan Rejoso; perangkat desa dibantu warga sekitar,” jelas Arfian.
Warga Gotong Royong dan Imbauan Kewaspadaan
Setelah kondisi angin mereda, warga bersama aparat setempat bergotong royong membersihkan puing-puing atap dan material bangunan yang berserakan.
Mereka bekerja hingga malam hari agar lingkungan kembali aman dan akses jalan tidak terhambat.
Pemerintah kecamatan terus mendata tingkat kerusakan serta kebutuhan mendesak warga terdampak.
Sejumlah keluarga untuk sementara tinggal di rumah kerabat sambil menunggu perbaikan atap yang rusak.
Aparat desa juga berkoordinasi untuk memastikan bantuan dapat segera tersalurkan.
Arfian mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan.
Ia menegaskan bahwa Desa Jarangan termasuk wilayah yang kerap terdampak banjir dan angin kencang.
“Warga tetap kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaan pada potensi banjir dan angin kencang atau puting beliung. Apalagi di Jarangan juga langganan banjir,” tegasnya.
Peristiwa ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan rumah berdampak langsung pada kenyamanan dan aktivitas warga.
Pemerintah setempat berharap solidaritas masyarakat dan langkah antisipatif dapat meminimalkan risiko saat cuaca ekstrem kembali terjadi.
F4ND1.

One thought on “12 Rumah Warga Jarangan Rusak Diterjang Puting Beliung”