Sidoarjo, Globalindomedia.com,- ​Prakiraan cuaca Jawa Timur yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda menunjukkan variasi kondisi atmosfer yang signifikan di berbagai wilayah pada Rabu, 18 Februari 2026.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang diprediksi akan mengguyur sebagian besar kota dan kabupaten sejak dini hari hingga malam hari.
Fenomena cuaca ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer lokal yang masih menunjukkan tingkat kelembapan cukup tinggi di wilayah Jawa Timur.
Baca juga: Pasuruan United Runner Up Liga 4 Jatim
​Berdasarkan data terbaru, wilayah metropolitan seperti Kota Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik diprediksi akan mengalami hujan ringan pada jam-jam tertentu, terutama pada pukul 04.00 WIB dan siang hari sekitar pukul 13.00 WIB.
Suhu udara di kawasan ini berkisar antara 23 hingga 31 derajat Celsius dengan kecepatan angin mencapai 25 hingga 30 km/jam dari arah Barat.
Kondisi ini menuntut para komuter dan pekerja lapangan untuk mempersiapkan perlengkapan pelindung hujan guna mengantisipasi hambatan mobilitas.
​Potensi Hujan Petir di Berbagai Wilayah
​Beberapa wilayah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan petir yang diprediksi muncul di Kota Malang, Pasuruan, dan Sumenep.
Di Kota Malang, petir diperkirakan terjadi pada pukul 10.00 WIB, sementara wilayah Pacitan berpotensi mengalami hujan petir pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB.
BMKG mengingatkan bahwa hujan disertai petir sering kali diikuti oleh hembusan angin kencang sesaat yang dapat membahayakan keselamatan jika masyarakat berada di dekat pohon besar atau papan reklame.
Simak juga: https://www.instagram.com/p/DU13Fzmkq6t/?img_index=2&igsh=MXUzd2xnbDI5dHRvbg==
​Kabupaten Mojokerto dan wilayah sekitarnya juga menunjukkan prakiraan tren cuaca yang cukup basah. Hujan ringan diprediksi turun secara konsisten pada pukul 04.00, 13.00, dan 16.00 WIB.
Suhu di wilayah pegunungan seperti Mojokerto dan Malang terpantau lebih sejuk, dengan suhu minimum mencapai 15 hingga 17 derajat Celsius.
Hal ini berbanding terbalik dengan wilayah pesisir utara yang cenderung lebih gerah meskipun tutupan awan terlihat cukup tebal sepanjang hari.
​Kondisi Angin dan Kelembapan Udara
​Selain curah hujan, BMKG juga menyoroti pergerakan angin yang didominasi dari arah Barat dan Barat Laut.
Kecepatan angin tertinggi tercatat di wilayah Sumenep dan Gresik, yang masing-masing mencapai 32 km/jam dan 30 km/jam.
Kondisi angin kencang ini berpengaruh pada tinggi gelombang di perairan Jawa Timur, sehingga para nelayan dan operator jasa transportasi laut diharapkan untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca sebelum melaut.
​Wilayah lain seperti Kediri, Blitar, dan Tulungagung diperkirakan akan didominasi oleh cuaca berawan tebal dan hujan ringan.
Pada malam hari sekitar pukul 19.00 hingga 22.00 WIB, prakiraan cuaca di sebagian besar wilayah diprediksi mulai mereda menjadi berawan atau muncul udara kabur (fog/mist).
Namun, pengemudi kendaraan bermotor tetap diminta berhati-hati terhadap jarak pandang yang terbatas dan permukaan jalan yang licin akibat sisa air hujan.
​Dampak Sosial dan Imbauan Keselamatan
​Secara sosial, prakiraan cuaca yang cenderung basah ini berdampak pada sektor pertanian dan perdagangan terbuka.
Para petani disarankan untuk mengatur pola pengairan lahan, sementara pedagang kaki lima perlu mengantisipasi penurunan omzet jika hujan turun di waktu produktif.
“Kewaspadaan dini adalah kunci utama dalam menghadapi perubahan cuaca yang dinamis di puncak musim penghujan ini,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
​Masyarakat diharapkan selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, baik melalui aplikasi mobile maupun media sosial resmi @infobmkgjuanda.
Dengan memahami kondisi cuaca secara tepat waktu, risiko kerugian materiil maupun korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi seperti banjir luapan atau pohon tumbang dapat diminimalisir secara efektif.

One thought on “Prakiraan Cuaca Jawa Timur Rabu 18 Februari 2026”