Surabaya, Globalindomedia.com, Aksi mahasiswa Surabaya kembali menjadi perhatian publik setelah ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi memadati kawasan depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Rabu (17/6/2026).
Massa yang tergabung dalam Aliansi BEM Surabaya (ABS) dan BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Timur menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kondisi ekonomi, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM).
Mahasiswa mulai berdatangan ke lokasi sekitar pukul 13.50 WIB. Mereka tiba secara bertahap menggunakan kendaraan roda dua dan mengenakan jaket almamater kampus masing-masing.
Baca juga: Penyaluran Bantuan Pangan Sidoarjo Capai 181 Ribu Penerima
Kehadiran ribuan peserta membuat aparat kepolisian melakukan pengamanan ketat sekaligus mengatur arus lalu lintas di sekitar area Grahadi.
Untuk menjaga kelancaran kegiatan, petugas menutup sementara Jalan Gubernur Suryo di depan Gedung Negara Grahadi.
Pengendara dari arah Jalan Tunjungan dialihkan menuju Jalan Embong Malang, Jalan Genteng, dan kawasan Taman Apsari guna mengurangi kepadatan kendaraan.
Ribuan Mahasiswa Bergerak Menuju Grahadi
Koordinator Umum Aliansi BEM Surabaya, Nasrawi Ibnu Dahlan, menjelaskan bahwa peserta aksi berangkat dari beberapa titik kumpul sebelum menuju lokasi demonstrasi.
Sebagian mahasiswa berkumpul di kawasan Kebun Binatang Surabaya (KBS), sementara kelompok lainnya bergerak dari wilayah timur Surabaya dan sejumlah kampus di Jawa Timur.
Menurut Nasrawi, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Simak juga: https://www.instagram.com/reel/DZryD3oCnbC/?igsh=MXNpdHA5ZDZueDNzMA==
Ia menilai mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal kebijakan publik dan menyampaikan aspirasi masyarakat melalui jalur konstitusional.
“Kami ingin menyuarakan kepentingan masyarakat serta menjaga nilai-nilai reformasi melalui jalur konstitusional,” kata Nasrawi di sela-sela kegiatan.
Tujuh Tuntutan Utama Jadi Fokus Aksi
Dalam demonstrasi tersebut, Aliansi BEM Surabaya membawa tujuh tuntutan utama. Salah satu poin yang paling disorot ialah permintaan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) sebagai upaya membantu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.
Mahasiswa juga meminta pemerintah mengambil langkah konkret untuk menjaga nilai tukar rupiah dan memperkuat perekonomian nasional.
Menurut mereka, kondisi ekonomi yang stabil akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Selain isu ekonomi, mahasiswa mendesak percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset sebagai instrumen untuk memperkuat pemberantasan korupsi.
Mereka menilai regulasi tersebut penting untuk meningkatkan efektivitas penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana korupsi.
Tuntutan lainnya mencakup penolakan terhadap praktik militerisme, penolakan dwifungsi aparat, serta evaluasi terhadap Undang-Undang TNI dan Undang-Undang Polri.
Isu-isu tersebut menjadi bagian dari perhatian mahasiswa terhadap kualitas demokrasi dan perlindungan hak-hak sipil di Indonesia.
Soroti HAM dan Evaluasi Program Pemerintah
Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga (BEM Unair), M Rizqi Senja Virawan, mengatakan mahasiswa juga membawa 16 poin aspirasi yang berkaitan dengan berbagai kebijakan pemerintah.
Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, percepatan pembahasan RUU Perampasan Aset, serta RUU Masyarakat Adat.
Mahasiswa juga menyerukan penghentian tindakan represif terhadap masyarakat sipil dan meminta evaluasi terhadap pelaksanaan sejumlah program nasional.
Nasrawi memperkirakan jumlah peserta yang mengikuti aksi mencapai sekitar 1.800 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya dan Jawa Timur.
Mereka bergabung dalam satu barisan untuk menyampaikan aspirasi terkait ekonomi, demokrasi, dan HAM yang dinilai memerlukan perhatian serius dari pemerintah.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan hingga kegiatan berakhir. Demonstrasi tersebut menjadi salah satu aksi mahasiswa terbesar di Surabaya pada pertengahan Juni 2026 dan menunjukkan peran aktif kalangan akademisi dalam mengawal isu-isu publik.
Besarnya partisipasi mahasiswa mencerminkan tingginya perhatian generasi muda terhadap arah kebijakan nasional serta pentingnya ruang demokrasi sebagai sarana penyampaian aspirasi masyarakat.
Wrs.

One thought on “Aksi Mahasiswa Surabaya Soroti Ekonomi Demokrasi dan HAM”