Pasuruan, Globalindomedia.com,- Balita terseret arus sungai Gembong di wilayah Kota Pasuruan akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah upaya pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.
Korban ditemukan nelayan mengapung di perairan laut Pasuruan Kota pada Minggu (04/01/2026), mengakhiri pencarian yang berlangsung hampir 24 jam sejak balita itu dilaporkan hilang.
Korban berinisial E.B.Z.M. (1,5) merupakan anak dari warga Kelurahan Petamanan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.
Penemuan di Perairan Laut Pasuruan
Jasad balita pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan yang sedang melaut di perairan Pasuruan. Menyadari adanya jasad anak yang mengapung, nelayan itu segera melapor kepada petugas, sehingga informasi cepat diteruskan ke tim SAR gabungan.
Setelah menerima laporan dari nelayan, tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI-Polri, relawan, dan unsur masyarakat langsung bergerak menuju lokasi penemuan menggunakan perahu karet.
Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi gelombang laut dan arus yang masih cukup kuat.
Baca juga: Mayat Perempuan Mengambang di Dam Pageruyung Mojokerto
Petugas berhasil mengevakuasi jasad korban dan membawanya ke rumah sakit di Kota Pasuruan untuk dilakukan proses identifikasi medis.
Hasil pemeriksaan medis memastikan bahwa jasad tersebut adalah balita yang sebelumnya dilaporkan hilang di aliran Sungai Gembong.
Dengan ditemukannya korban, tim SAR secara resmi menyatakan bahwa operasi pencarian laka air ditutup.
Kronologi Hilangnya Balita di Sungai Gembong
Peristiwa tragis ini bermula pada Sabtu (03/01/2026) sore. Saat itu, ibu korban berinisial W tengah berada di dalam rumah dan meninggalkan anaknya sejenak untuk mengambil makanan.
Dalam waktu singkat, balita tersebut diduga keluar rumah tanpa pengawasan.
Ketika sang ibu kembali, pintu rumah dalam kondisi terbuka dan korban sudah tidak berada di dalam rumah.
Kepanikan langsung melanda keluarga, mengingat lokasi rumah yang berdekatan langsung dengan aliran Sungai Gembong.
Keluarga menduga kuat korban terpeleset dan jatuh ke sungai yang saat itu memiliki arus cukup deras akibat kondisi cuaca.
Upaya Pencarian Intensif Tim SAR
Warga sekitar bersama aparat kelurahan segera melakukan pencarian mandiri menyusuri bantaran sungai. Namun hingga malam hari, korban belum ditemukan. Laporan resmi kemudian diteruskan kepada pihak berwenang.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan melakukan penyisiran dari titik awal dugaan jatuhnya korban hingga ke arah hilir sungai dan muara laut. Pencarian dilakukan dengan membagi personel ke beberapa titik strategis.
“Kami langsung bergerak cepat begitu menerima laporan. Penyisiran dilakukan menyeluruh dari sungai hingga perairan laut,” ujar salah satu anggota tim SAR di lokasi.
Duka Keluarga dan Imbauan Keselamatan
Pihak keluarga menerima kejadian ini dengan duka mendalam. Meski berat, keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian korban dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian.
Tragedi ini menjadi pengingat serius bagi masyarakat, khususnya orang tua yang tinggal di bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas anak-anak.
Lingkungan rumah yang berisiko tinggi memerlukan pengawasan ekstra guna mencegah kejadian serupa terulang.
Fandi

One thought on “Balita Terseret Arus Sungai Gembong Ditemukan Nelayan Pasuruan”