Pasuruan, Globalindomedia.com,- Banjir Pasuruan melumpuhkan jalur Pantura dan mengganggu aktivitas warga di berbagai wilayah pada Selasa (24/3/2026).
Hujan lebat yang disertai angin kencang sejak sore memicu luapan sungai dan menyebabkan genangan air meluas hingga ke jalan utama serta permukiman penduduk.
Air menggenangi sejumlah titik vital, terutama di kawasan Beji hingga Bangil, yang menjadi jalur penghubung utama antara Pasuruan dan Surabaya.
Baca juga: Mimik Idayana Ajak Warga Hadiri Open House Lebaran Sidoarjo
Ketinggian air di beberapa lokasi mencapai 50 hingga 100 sentimeter, membuat kendaraan sulit melintas dan memicu kemacetan panjang.
Selain Beji dan Bangil, banjir juga melanda beberapa kecamatan lain seperti Pohjentrek, Gondang Wetan, Winongan, Pasrepan, dan Rejoso.
Warga di wilayah tersebut terpaksa menghentikan aktivitas harian karena rumah dan lingkungan mereka terendam air.

Kemacetan Parah dan Pengalihan Arus
Genangan air di jalur Pantura menyebabkan kemacetan parah, terutama di titik-titik yang memiliki kontur jalan rendah.
Aparat kepolisian bersama dinas perhubungan langsung mengatur lalu lintas dan mengalihkan arus kendaraan ke jalur alternatif.
Petugas melakukan pengalihan arus dari kawasan Beji menuju pusat kota untuk mengurangi kepadatan kendaraan.
Simak juga: https://www.instagram.com/reel/DVnL566kR_L/?igsh=YmxobzFjaXBvZXJr
Langkah ini diambil guna mencegah kecelakaan lalu lintas sekaligus mempercepat proses evakuasi warga terdampak.
Sejumlah pengendara mengaku harus menempuh perjalanan lebih lama dari biasanya akibat kondisi tersebut.
Kemacetan tidak hanya terjadi di jalur utama, tetapi juga merembet ke jalan-jalan penghubung di sekitarnya.
Evakuasi Warga dan Pemantauan Debit Air
Tim dari BPBD bersama relawan dan kepolisian bergerak cepat melakukan evakuasi warga. Mereka memprioritaskan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.
Petugas menggunakan perahu karet dan kendaraan operasional untuk menjangkau warga yang terjebak di dalam rumah.
Proses evakuasi berlangsung bertahap seiring dengan pemantauan kondisi air yang masih berpotensi meningkat.
Kepala BPBD setempat menyatakan bahwa pihaknya terus mengawasi debit air sungai karena hujan masih berpotensi turun dengan intensitas tinggi. Kondisi ini membuat risiko banjir susulan tetap perlu diwaspadai.
Kerugian Material dan Dampak Infrastruktur
Banjir ini menimbulkan kerugian material yang cukup besar bagi masyarakat. Banyak barang elektronik, perabot rumah tangga, serta kendaraan warga mengalami kerusakan akibat terendam air.
Selain itu, beberapa infrastruktur seperti jalan dan jembatan dilaporkan mengalami kerusakan. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan menghambat proses pemulihan setelah banjir surut.
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa. Namun, dampak ekonomi dan sosial mulai dirasakan warga, terutama mereka yang kehilangan sumber penghasilan sementara akibat aktivitas yang terhenti.
Harapan Pemulihan dan Kewaspadaan Warga
Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penanganan banjir. Upaya penanganan difokuskan pada evakuasi, distribusi bantuan, serta pemantauan kondisi lingkungan.
Warga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas guna menghindari risiko yang lebih besar.
Solidaritas antarwarga juga terlihat dalam proses penanganan bencana ini. “Semoga kondisi segera membaik dan masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman,” ujar perwakilan BPBD.
Banjir Pasuruan tidak hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.
F4ND1.

One thought on “Banjir Pasuruan Lumpuhkan Jalur Pantura dan Aktivitas Warga”