Budidaya Burung Puyuh Desa Kandung Sukses

Pasuruan, Globalindomedia.com,- Budidaya burung puyuh di Desa Kandung, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, menunjukkan perkembangan signifikan sejak 2023.

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkah Bersama mengelola usaha tersebut dan kini mampu menghasilkan omzet puluhan juta rupiah per bulan dari produksi telur puyuh.

Kepala Desa Kandung, Adif Lutfi Mubarok, menyampaikan bahwa BUMDes saat ini membudidayakan sekitar 30 ribu ekor burung puyuh.

Baca juga: Bansos Sidoarjo Dorong Ekonomi Warga Jelang Ramadan

Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 ribu ekor telah memasuki masa afkir sehingga tersisa 20 ribu ekor yang masih aktif berproduksi.

Dalam sehari, populasi produktif itu mampu menghasilkan hingga 2 kuintal telur puyuh.

Hasil produksi tersebut langsung dipasarkan ke mitra retail di wilayah Jawa Timur yang telah menjalin kontrak kerja sama.

Produksi Stabil dan Pasar Terjamin

Adif menjelaskan, mitra retail mengambil pasokan telur puyuh setiap pekan dengan volume antara satu hingga satu setengah ton.

Kerja sama tersebut memberi kepastian pasar sekaligus menjaga stabilitas harga jual.

Menurutnya, produktivitas telur dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, seperti kualitas bibit, manajemen pakan, serta kebersihan kandang.

Simak juga: https://www.instagram.com/reel/DU5VZuokXCF/?igsh=MWt3bTh5dzd2Z3BtYQ==

BUMDes menerapkan sistem kandang terbuka dan tertutup untuk menjaga kondisi ternak tetap optimal.

Ia juga menegaskan bahwa budidaya burung puyuh memiliki sejumlah keunggulan.

Burung puyuh mulai bertelur pada usia relatif muda dan mampu berproduksi hingga 18 bulan.

Selain itu, usaha ini tidak memerlukan lahan luas dan membutuhkan modal yang lebih terjangkau dibanding beberapa jenis peternakan lainnya.

Dukungan Pemerintah dan Dampak Ekonomi

Camat Winongan, Ganis Subintang, menyatakan bahwa pemerintah terus mendorong desa-desa potensial agar mengembangkan usaha produktif.

Pada 2025, BUMDes Berkah Bersama menerima bantuan program Desa Berdaya dari DMPD Provinsi Jawa Timur sebesar Rp100 juta.

BUMDes memanfaatkan dana tersebut untuk menambah populasi burung puyuh serta memperkuat sarana produksi.

Langkah itu mempercepat peningkatan kapasitas usaha dan memperluas jangkauan distribusi.

Ganis menilai budidaya burung puyuh tidak hanya menguntungkan secara bisnis, tetapi juga berdampak sosial.

Usaha ini membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa.

Ia menambahkan, potensi pasar telur puyuh di Kabupaten Pasuruan dan daerah sekitarnya masih tinggi.

Produksi yang ada saat ini belum sepenuhnya memenuhi permintaan pasar.

Dengan pengelolaan yang terstruktur dan dukungan pemerintah, budidaya burung puyuh di Desa Kandung berpeluang menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) yang berkelanjutan.

“Endingnya bisa dijadikan sebagai PADes dan berkontribusi bagi pembangunan desa,” ujar Ganis.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pengelolaan potensi lokal secara serius dan profesional mampu menggerakkan ekonomi desa sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat.

F4ND1.

One thought on “Budidaya Burung Puyuh Desa Kandung Sukses”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *