Sidoarjo, Globalindomedia.com,- Jembatan Banjarsari rampung dan mulai difungsikan untuk mendukung mobilitas masyarakat di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo.
Pemerintah daerah membuka akses jembatan tersebut sejak akhir Desember 2025 setelah seluruh pekerjaan konstruksi selesai sesuai target.
Meski telah beroperasi, proyek ini masih memasuki masa pemeliharaan selama enam bulan di bawah tanggung jawab kontraktor pelaksana.
Bupati Sidoarjo H. Subandi meninjau langsung kondisi jembatan pada Minggu (11/1) untuk memastikan keamanan, kenyamanan, serta kualitas hasil pekerjaan.
Baca juga: Tujuh Juara MTQ Sidoarjo Raih Bonus Umroh
Dalam peninjauan itu, ia mengecek sambungan jalan, permukaan aspal, dan kelengkapan struktur pendukung.
Pemerintah daerah menempatkan keselamatan pengguna jalan sebagai prioritas utama dalam setiap proyek infrastruktur.
Langkah peninjauan ini juga bertujuan menjaga kepercayaan publik terhadap pembangunan fasilitas umum.
Pemerintah ingin memastikan masyarakat dapat memanfaatkan Jembatan Banjarsari secara optimal tanpa khawatir terhadap potensi gangguan teknis.
Tinjauan Lapangan dan Respons Keluhan Warga
Bupati Subandi menerima laporan masyarakat terkait adanya keretakan tipis pada sambungan antara jalan dan badan jembatan.
Ia langsung meminta kontraktor merespons cepat temuan tersebut agar tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih besar.
Menurutnya, kecepatan perbaikan mencerminkan tanggung jawab penyedia jasa konstruksi dalam menjaga mutu proyek.
“Beberapa waktu lalu saya menerima aduan warga tentang retakan tipis. Saya minta segera diperbaiki agar keamanan pengguna jalan tetap terjaga,” kata Subandi di lokasi.
Afif, kontraktor pelaksana pembangunan Jembatan Banjarsari, membenarkan adanya keretakan ringan pada lapisan aspal.
Ia menyatakan tim teknis telah menyiapkan langkah perbaikan sesuai standar keselamatan kerja dan mutu material.
Afif menegaskan bahwa selama masa pemeliharaan, seluruh kerusakan menjadi tanggung jawab kontraktor.
“Selama enam bulan masa pemeliharaan, kami bertanggung jawab penuh atas perbaikan. Kami akan memastikan kondisi jembatan tetap layak dan aman digunakan,” jelas Afif.
Proyek Rampung Tepat Waktu dan Efisiensi Pengerjaan
Pembangunan Jembatan Banjarsari berlangsung selama 75 hari kalender, terhitung sejak 15 Oktober hingga 30 Desember 2025.
Tim pelaksana menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal kontrak tanpa keterlambatan. Saat ini, kontraktor hanya melakukan perapian minor untuk menyempurnakan hasil akhir.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menilai ketepatan waktu penyelesaian proyek sebagai indikator kinerja yang baik.
Infrastruktur yang selesai tepat waktu membantu masyarakat segera merasakan manfaat, terutama dalam memperlancar arus kendaraan dan memperpendek waktu tempuh.
Keberadaan Jembatan Banjarsari juga memperkuat konektivitas antarwilayah di Buduran.
Akses transportasi yang lebih lancar mendorong aktivitas ekonomi lokal, mempercepat distribusi barang, serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Komitmen Keselamatan dan Dampak Sosial
Bupati Subandi mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik dengan melaporkan setiap potensi kerusakan.
Ia menilai partisipasi warga sangat membantu pemerintah dalam menjaga kualitas infrastruktur.
“Keselamatan adalah prioritas. Dengan pengawasan bersama, jembatan ini dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” tegasnya.
Keberhasilan penyelesaian proyek ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan publik, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah.
Infrastruktur yang aman dan terawat berpotensi menciptakan mobilitas yang lebih efisien, menekan risiko kecelakaan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan.
Komitmen terhadap pemeliharaan menjadi fondasi penting agar manfaat jembatan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Warsono.

One thought on “Jembatan Banjarsari Rampung Bupati Pastikan Infrastruktur Aman”