Masjid Baiturrahman Pandean Gelar Pengajian Umum Isra Mi’raj

Pasuruan, Globalindomedia.com,- Masjid Baiturrahman Pandean menjadi pusat perhatian masyarakat dalam peringatan hari besar Islam yang berlangsung khidmat pada Sabtu (03/01/2026).

Ratusan jamaah memadati halaman masjid di Desa Pandean untuk mengikuti rangkaian pengajian umum dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Acara ini menjadi momentum penting bagi warga setempat untuk memperkuat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman spiritual melalui tausiyah para ulama ternama.

Pihak panitia menghadirkan sejumlah tokoh agama besar dalam kesempatan tersebut, di antaranya KH Malik Sanusi dari Bondowoso, KH Ali Ridho Hasyim dari Pasuruan, serta Habib Hadi dari Pondok Dalwa.

Kehadiran para ulama ini memberikan daya tarik luar biasa bagi masyarakat. Turut hadir pula tokoh lokal seperti Kepala Desa Pandean, Bapak Abdul Karim, Ketua Takmir Masjid Baiturrahman, Ustadz Agus Salim, serta Ustadz Hamim dan jajaran tokoh masyarakat lainnya.

Rangkaian Khidmat Sejak Pagi Hari

Panitia mengawali seluruh rangkaian kegiatan sejak Sabtu pagi dengan agenda yang sangat padat. Masyarakat bersama tokoh agama memulai acara dengan pembacaan tawasul yang ditujukan kepada para ahli kubur dan sesepuh Desa Pandean.

Baca juga: Hujan Disertai Angin Akibatkan Pohon Roboh Timpa Mobil Avanza

Tradisi ini menjadi bentuk penghormatan spiritual kepada para pendahulu desa yang telah berjasa menyebarkan nilai-nilai Islam di wilayah tersebut.

Setelah pembacaan tawasul, acara berlanjut dengan khataman Al-Qur’an 30 juz. Warga sekitar berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini di bawah bimbingan langsung Ketua Takmir Masjid Baiturrahman, Ustadz Agus Salim.

Prosesi khataman yang berakhir jelang siang hari menciptakan suasana religius yang kental sebelum memasuki acara inti pada malam harinya.

Memasuki acara puncak, kemeriahan semakin terasa saat Majelis Nurul Jannah Desa Pandean dan kelompok Ishari Ranting Pandean membuka sesi dengan gebyar selawat.

Lantunan syair-syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW tersebut membuat suasana halaman masjid menjadi sangat syahdu.

Tak lama kemudian, pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara resmi membuka prosesi pengajian inti di hadapan para jamaah yang antusias.

Sinergi Masyarakat dan Pesan Moral Ulama

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Ustadz Jaenal menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras. Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Desa Pandean, Bapak Abdul Karim.

Kepala desa secara khusus berterima kasih atas dukungan materi maupun tenaga dari warga Desa Pandean.

“Kesuksesan acara ini adalah bukti nyata gotong royong masyarakat yang ingin memuliakan syiar Islam di desa kita,” ujar Abdul Karim di hadapan para jamaah.

KH Ali Ridho Hasyim, yang juga merupakan pengasuh pengajian rutinan di Masjid Baiturrahman, menyampaikan tausiyah pertama. Kyai menekankan pentingnya mengambil pelajaran dari perjalanan ajaib Isra Mi’raj dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, perjalanan Rasulullah tersebut bukan sekadar cerita sejarah, melainkan sumber pesan moral religius agar manusia selalu memperbaiki kualitas hubungannya dengan Sang Pencipta.

Puncak tausiyah disampaikan oleh KH Malik Sanusi dari Bondowoso. Beliau memaparkan secara mendalam makna perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga menuju Sidratul Muntaha.

Dengan gaya penyampaian yang khas dan diselingi candaan bermakna, beliau berhasil menjaga semangat jamaah untuk tetap menyimak hingga akhir.

KH Malik Sanusi berpesan agar umat Islam selalu tekun beribadah, terutama menjaga salat lima waktu sebagai oleh-oleh utama dari peristiwa Isra Mi’raj.

Dampak Kerukunan Sosial

Selain pesan ibadah, KH Malik Sanusi juga menekankan pentingnya dalam menjaga kerukunan pada kehidupan bermasyarakat. Kyai mengingatkan bahwa perbedaan di tengah masyarakat jangan sampai menjadi memutus tali persaudaraan.

Suasana cair dan penuh tawa namun sarat makna ini membuat pesan-pesan religius lebih mudah diterima oleh berbagai lapisan usia yang hadir.

Acara pengajian umum ini resmi berakhir dengan doa penutup yang dipimpin oleh Ustadz Hamim. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan sangat lancar dan tertib.

Kelancaran ini tidak lepas dari peran aktif tim keamanan dari Banser yang berjaga di sekitar lokasi untuk mengatur arus lalu lintas dan kenyamanan jamaah.

Peringatan Isra Mi’raj ini tidak hanya menjadi simbol ketaatan agama, tetapi juga memperkuat kohesi sosial di Desa Pandean.

Dengan suksesnya acara ini, masyarakat berharap nilai-nilai kerukunan dan semangat ibadah yang telah disampaikan para ulama dapat teraplikasikan secara nyata dalam kehidupan bertetangga di masa depan.

Fandi

One thought on “Masjid Baiturrahman Pandean Gelar Pengajian Umum Isra Mi’raj”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *