Penemuan Mayat Gegerkan Warga Dusun Subontoro, Jombang

Jombang, Globalindomedia.com,- Penemuan mayat di Dusun Subontoro, Desa Mojotresno, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, mengejutkan warga setempat pada Selasa (6/1/2026) pagi.

Seorang pria lanjut usia bernama Hariyono (75) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya dalam kondisi tubuh yang sudah membengkak.

Petugas memperkirakan korban telah mengembuskan napas terakhir sejak tiga hari yang lalu sebelum akhirnya ditemukan oleh anak kandungnya sendiri.

Peristiwa penemuan mayat ini bermula ketika anak korban, Eli Yuvita, mendatangi rumah orang tuanya sekitar pukul 08.00 WIB. Eli berniat mengunjungi sang ayah yang selama ini tinggal sendirian di rumah tersebut.

Namun, kecurigaan muncul saat pintu depan rumah terkunci rapat dan tidak ada jawaban meski telah diketuk berulang kali.

Kronologi Penemuan Jasad di Lantai Dapur

Saksi Eli Yuvita sempat berusaha mencari jalan masuk melalui pintu samping, namun akses tersebut juga terkunci dari dalam.

Baca juga: Pisah Sambut Kapolsek Rembang Digelar di WGR Pasuruan

Saat berada di dekat pintu samping, saksi mencium aroma tidak sedap yang sangat menyengat dari arah dalam rumah.

Merasa ada yang tidak beres, Eli segera meminta bantuan tetangga sekitar, yakni Vivid Firdaus, untuk mendobrak pintu samping tersebut secara paksa.

Setelah pintu terbuka, mereka menemukan korban sudah tergeletak tidak bernyawa di lantai dapur. Kondisi jenazah sudah mengalami pembengkakan yang cukup parah, menandakan proses dekomposisi telah berjalan beberapa hari.

Saksi kemudian melaporkan kejadian ini kepada perangkat desa yang diteruskan kepada pihak berwenang di tingkat kecamatan. Kepala Dusun Subontoro, Nuh Rosuli, langsung menghubungi piket Koramil Mojoagung pada pukul 09.34 WIB.

Tak berselang lama, personel dari Polsek Mojoagung bersama Babinsa Sertu Abd. Wahid tiba di lokasi untuk mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) agar tetap steril dari kerumunan warga yang mulai berdatangan.

Olah TKP dan Evakuasi Tim Inafis

Tim Inafis Polres Jombang tiba di lokasi pada pukul 10.15 WIB untuk melakukan identifikasi awal dan olah TKP secara mendalam.

Petugas medis dari Puskesmas Mojoagung serta tim dari BPBD Kabupaten Jombang juga menyusul ke lokasi guna membantu proses evakuasi.

Berdasarkan keterangan saksi Vivid Firdaus, korban terakhir kali terlihat pada Minggu, 4 Januari 2026, saat membeli kopi sebelum masuk kembali ke rumahnya.

Pihak kepolisian melakukan pemeriksaan menyeluruh di sekitar area penemuan jasad guna memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan yang mencurigakan.

Setelah proses olah TKP selesai pada pukul 10.55 WIB, petugas BPBD membawa jenazah Hariyono ke RSUD Jombang menggunakan ambulans Dinas Kesehatan untuk dilakukan perawatan jenazah dan visum luar.

Kehadiran sejumlah pejabat di TKP, termasuk Kapolsek Mojoagung dan Kanit Reskrim, menunjukkan penanganan serius terhadap kasus ini.

Petugas mencatat identitas para saksi dan mengumpulkan barang bukti pendukung guna memperjelas penyebab kematian korban di kediamannya tersebut.

Keluarga Mengikhlaskan Kepergian Korban

Berdasarkan keterangan pihak keluarga kepada petugas, Hariyono selama ini memang tinggal sendiri di rumahnya.

Kondisi kesehatan korban belakangan ini juga dikabarkan sedang menurun akibat faktor usia yang sudah mencapai 75 tahun.

Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan menyadari kondisi kesehatan orang tua mereka yang sedang sakit.

“Pihak keluarga melaporkan bahwa orang tua korban memang hidup sendiri dan dalam keadaan sakit. Keluarga sudah menerima kejadian tersebut dengan ikhlas,” ujar salah satu petugas di lokasi kejadian.

Kasus penemuan mayat ini menjadi pengingat bagi masyarakat mengenai pentingnya pengawasan terhadap lansia yang tinggal sendirian.

Solidaritas antar tetangga dan komunikasi rutin dari anggota keluarga sangat krusial guna mencegah kejadian serupa terlambat diketahui.

Saat ini, jenazah telah berada di RSUD Jombang untuk menjalani pemulasaraan sebelum nantinya diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Fandi

One thought on “Penemuan Mayat Gegerkan Warga Dusun Subontoro, Jombang”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *