Sidoarjo, Globalindomedia.com,- Perbaikan jalan Sidoarjo diprioritaskan dengan sistem overlay untuk ruas yang dilalui kendaraan bertonase besar.
Kebijakan ini ditegaskan Bupati Subandi saat meninjau langsung sejumlah titik jalan rusak di wilayah Sidoarjo, Selasa (17/2/2026).
Ia mengunjungi Jalan Setiabudi Krian, Jalan Kemangsen, dan Jalan Jabaran Balongbendo yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Baca juga: Distribusi Lancar Stok Harga Bapokting Tetap Stabil
Ketiga ruas tersebut menjadi jalur utama kendaraan berat sehingga lapisan aspal cepat mengalami kerusakan.
Subandi meminta dinas teknis segera melakukan overlay dan menghentikan praktik tambal sulam.
Ia menilai metode tambal sulam tidak mampu memperkuat struktur jalan dalam jangka menengah, terutama pada lintasan dengan beban tonase tinggi.
Jalur Berat Butuh Konstruksi Lebih Kuat
Subandi menjelaskan, kendaraan bertonase besar memberi tekanan signifikan pada lapisan permukaan jalan.
Jika perbaikan hanya dilakukan pada titik berlubang, kerusakan baru akan muncul di sekitar tambalan lama.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah menyiapkan program betonisasi sepanjang kurang lebih 500 meter pada 2026 di lokasi tertentu. Namun sebelum proyek tersebut berjalan,
Simak juga: https://www.instagram.com/reel/DU2a01fErHT/?igsh=c2Vncno5MXdzaG0y
ia menginstruksikan penggunaan overlay sebagai solusi teknis yang lebih kuat dan tahan lama.
“Ini lintasan kendaraan berat dengan tonase tinggi. Kualitasnya harus ditingkatkan.
Tidak boleh hanya ditambal karena aspal cepat rusak jika dasarannya tidak kuat. Minggu ini harus segera dikerjakan agar minimal dua tahun ke depan tetap baik,” ujar Subandi.
Ia juga meminta pelaksanaan proyek berjalan transparan. Pemerintah daerah mendorong penggunaan material sesuai spesifikasi teknis serta pengawasan ketat agar hasil pekerjaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Normalisasi Sungai Dikebut Sebelum Lebaran
Selain persoalan jalan, warga mengeluhkan banjir saat hujan deras. Genangan air mempercepat degradasi aspal dan memperburuk kondisi permukaan jalan.
Subandi menyebut normalisasi sungai di sisi kanan dan kiri ruas jalan harus berjalan paralel dengan perbaikan infrastruktur.
Pemkab Sidoarjo mengalokasikan anggaran sekitar Rp59 miliar untuk program normalisasi sungai pada 2026.
Ia meminta Dinas PUBMSDA memastikan pengerjaan sesuai target dan selesai sebelum Lebaran.
Menurutnya, integrasi perbaikan jalan dan pengendalian banjir menjadi langkah strategis untuk menjaga ketahanan infrastruktur.
Ia tidak ingin jalan yang sudah di-overlay kembali rusak akibat sistem drainase yang belum optimal.
Dalam kunjungan tersebut, Subandi juga mengapresiasi masyarakat Sukodono yang memperbaiki jalan secara swadaya.
Ia menilai partisipasi publik menunjukkan kepedulian terhadap fasilitas umum.
Saat ini, pemerintah daerah telah memperbaiki jalan di lima kecamatan dan akan memperluas penanganan secara bertahap.
Subandi turun langsung ke lapangan untuk memastikan progres berjalan sesuai rencana dan standar mutu terpenuhi.
Ia menargetkan kondisi jalan lebih baik menjelang arus mudik Lebaran. “Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman saat berkendara.
Infrastruktur yang kuat mendukung aktivitas ekonomi dan keselamatan pengguna jalan,” tegasnya.
Kebijakan prioritas overlay ini diharapkan mampu memperpanjang usia layanan jalan sekaligus mengurangi risiko kecelakaan akibat lubang dan kerusakan parah.
Pemerintah daerah menilai langkah tersebut sebagai upaya konkret meningkatkan kualitas infrastruktur dan kepercayaan publik terhadap pelayanan pembangunan.
Wrs.

One thought on “Perbaikan Jalan Sidoarjo Diprioritaskan dengan Sistem Overlay”