Polisi Edukasi Santriwati Soal AI dan Narkoba

Pasuruan, Globalindomedia.com,- Polisi edukasi santriwati Pondok Pesantren Wachid Hasyim Bangil tentang pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), bahaya narkoba, serta risiko penyalahgunaan media sosial dalam kegiatan Safari Ramadan yang digelar Rabu (25/2/2026).

Kegiatan ini menyasar 567 santriwati jenjang MTs dan MA sebagai bagian dari upaya preventif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Satuan Binmas Polres Pasuruan memimpin langsung penyuluhan tersebut di aula pesantren. KBO Binmas Iptu Bambang Hariyadi, S.Sos hadir bersama Pengatur Tingkat I Teguh Warsito.

Baca juga: Satgas TMMD Rampungkan RTLH Warga Pasuruan

Jajaran pengurus pondok, termasuk Gus Wildan dan para kepala madrasah, turut mendampingi kegiatan.

Tekankan Bijak Gunakan AI dan Medsos

Petugas menekankan pentingnya penggunaan AI secara positif untuk mendukung proses belajar. Mereka mendorong santriwati memanfaatkan teknologi sebagai sarana menambah wawasan, bukan untuk membuat atau menyebarkan konten negatif.

Iptu Bambang Hariyadi mengingatkan peserta agar tidak mudah terpengaruh tren digital yang berisiko. Ia meminta para santriwati menjaga etika bermedia sosial, menghindari perundungan (bullying), serta tidak terlibat dalam praktik judi online maupun pinjaman online ilegal yang marak menyasar pelajar.

“ Kami ingin para santri fokus belajar dan menjauhi narkoba, judi online, maupun pergaulan yang bisa merusak masa depan,” ujar Bambang di hadapan peserta.

Simak juga: https://www.instagram.com/reel/DVK31wikWAZ/?igsh=MWttMW9mYjRsMjI0Ng==

Bahaya Narkoba dan Ancaman Digital

Selain literasi digital, polisi juga edukasi dampak penyalahgunaan narkoba dan psikotropika terhadap kesehatan dan masa depan generasi muda.

Petugas menjelaskan konsekuensi hukum serta risiko sosial yang dapat timbul akibat keterlibatan dalam penyalahgunaan zat terlarang.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono menegaskan bahwa pembinaan sejak dini menjadi langkah strategis untuk menjaga situasi tetap kondusif selama Ramadan. Ia menyebut sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan sebagai kunci membangun lingkungan belajar yang aman.

Menurutnya, pelajar harus memiliki ketahanan diri di tengah derasnya arus informasi digital. Lingkungan pesantren, kata dia, berperan penting dalam membentuk karakter yang kuat dan berakhlak.

Interaktif dan Preventif

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Sejumlah santriwati mengajukan pertanyaan seputar keamanan media sosial dan cara menghindari penipuan online.

Petugas memberikan penjelasan praktis agar pelajar mampu mengenali modus kejahatan digital.

Pihak Pondok Pesantren Wachid Hasyim mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap kolaborasi serupa terus berlanjut. Edukasi ini diharapkan memperkuat kesadaran hukum serta literasi digital di kalangan pelajar.

Upaya preventif seperti ini dinilai mampu menekan potensi kenakalan remaja sekaligus membangun generasi muda Pasuruan yang cerdas, disiplin, dan bertanggung jawab.

Dengan edukasi berkelanjutan, aparat dan lembaga pendidikan dapat bersama-sama menjaga ruang digital tetap aman bagi pelajar.

(R.)

One thought on “Polisi Edukasi Santriwati Soal AI dan Narkoba”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *