Pasuruan, Globalindomedia.com,- Produksi madu randu di Desa Welulang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, menembus 5 kwintal dalam sekali panen.
Capaian ini memperkuat posisi wilayah tersebut sebagai salah satu sentra madu unggulan di Jawa Timur.
Peternak setempat mengandalkan lebah jenis Apis mellifera untuk menghasilkan madu berkualitas tinggi.
Baca juga: Sahur Bersama Ojol Perkuat Sinergi Kamtibmas
Dalam satu kali masa panen, sekitar 100 kotak koloni lebah mampu memproduksi 400 hingga 500 kilogram madu segar, terutama saat musim bunga randu berlangsung optimal.
Kapasitas Produksi dan Keunggulan Madu Randu
Tiagus (45), peternak asal Desa Welulang, telah menekuni budidaya lebah selama 20 tahun. Ia fokus mengembangkan madu randu karena permintaan pasar stabil dan masa panennya relatif cepat.
Ia menjelaskan, lebah Apis mellifera dapat dipanen setiap 15 hari ketika bunga randu mekar maksimal. Dari satu “reet” berisi 100 kotak koloni, ia bisa memperoleh hingga 5 kwintal madu dalam sekali panen raya.
Menurutnya, madu randu memiliki ciri khas pada aroma, warna, dan sensasi hangat di tenggorokan. Konsumen menilai rasa madu ini lebih segar dibandingkan madu dari sumber nektar lain.
Simak juga: https://www.instagram.com/p/DVCNpkXk5PS/?igsh=dTJnNnMyZjVteXhq
Faktor vegetasi seperti bunga vernonia, mangga, karet, kopi, dan kesambi turut memengaruhi rasa dan kekentalan madu yang dihasilkan.
Harga Jual dan Tantangan Produksi
Tiagus menjual madu dalam dua skema pemasaran, yakni partai dan eceran. Untuk pembelian partai, ia mematok harga Rp65 ribu per kilogram. Sementara harga eceran mencapai Rp80 ribu per kilogram.
Jika seluruh hasil panen 5 kwintal dijual dalam skema partai, omzet kotor bisa mencapai sekitar Rp32,5 juta dalam satu periode panen. Angka tersebut menunjukkan potensi ekonomi yang signifikan bagi peternak desa.
Namun, produksi madu sangat bergantung pada kondisi cuaca. Hujan deras dapat menggugurkan bunga randu sebelum lebah mengisap nektarnya.
Kondisi ini kerap menurunkan volume panen. Selain faktor alam, peternak juga menghadapi risiko pencurian, meski kasusnya relatif jarang terjadi.
Dampak Ekonomi dan Permintaan Pasar
Camat Lumbang, Didik Surianto, menyebut Desa Welulang menjadi wilayah dengan aktivitas budidaya lebah terbanyak di kecamatan tersebut. Ia menilai usaha madu randu membantu menggerakkan perekonomian warga secara nyata.
Permintaan madu meningkat tajam saat pandemi COVID-19 pada 2020–2021. Saat itu, banyak konsumen mencari madu untuk menjaga daya tahan tubuh.
Peternak bahkan kewalahan memenuhi permintaan pasar, termasuk dari luar daerah seperti Probolinggo.
Produksi madu randu yang konsisten menunjukkan potensi jangka panjang sektor ini sebagai penopang ekonomi desa.
Dengan manajemen koloni yang baik dan dukungan musim bunga yang stabil, peternak optimistis mampu menjaga produktivitas.
“Kalau cuaca bagus, 15 hari bisa panen 5 kwintal madu,” ujar Tiagus, menegaskan bahwa keberhasilan usaha ini sangat bergantung pada harmoni antara manusia dan alam.
Wrs.

One thought on “Produksi Madu Randu Welulang Tembus 5 Kwintal”