Sidang Pleno STBM Malang, Dr Koen Soroti Hasil

Kota Malang, Globalindomedia.com,- Sidang pleno STBM Kota Malang menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sanitasi berbasis masyarakat.

Dr. Koen Irianto Uripan bersama tim memaparkan hasil verifikasi lapangan dan kunjungan langsung yang menunjukkan capaian baik, namun masih menyisakan sejumlah catatan penting.

Baca juga: Peringati HUT Bhayangkari, Kapolres Pasuruan Tanam Pohon Bersama

Pemkot Malang Deklarasikan STBM 5 Pilar

Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan Kota Malang secara resmi mendeklarasikan implementasi lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Deklarasi ini menjadi bentuk penguatan komitmen menuju lingkungan bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung selama 21–23 April 2026 ini mencakup verifikasi lapangan, kunjungan langsung ke masyarakat, hingga sidang pleno penetapan hasil.

Hasil Verifikasi: Capaian Tinggi, Masih Ada Catatan

Dalam sidang pleno, tim verifikator menyampaikan bahwa secara umum Kota Malang telah mencapai standar STBM pada lima pilar. Namun, masih ditemukan beberapa titik yang memerlukan perhatian serius.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif, mengungkapkan salah satu temuan berada di Kelurahan Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen.

“Ada satu keluarga yang masih perlu pendampingan karena sanitasi belum memenuhi syarat, seperti kloset yang belum dilengkapi sistem pembuangan yang layak,” ujarnya.

Pilar CTPS dan Air Minum Dinilai Baik

Pada pilar cuci tangan pakai sabun (CTPS), seluruh wilayah dinilai sudah baik. Namun, edukasi terkait cara dan waktu mencuci tangan yang benar masih perlu diperkuat agar lebih konsisten diterapkan masyarakat.

Sementara itu, pada pilar pengamanan air minum dan makanan rumah tangga, Kota Malang dinilai telah memenuhi standar.

Sebagian besar sumber air telah melalui uji laboratorium mikrobiologi, sehingga dinyatakan aman dikonsumsi.

Sampah dan Limbah Cair Masih Perlu Diperbaiki

Di sektor pengelolaan sampah rumah tangga, capaian dinilai cukup baik. Namun, pemilahan sampah dari sumber masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera ditingkatkan.

Selain itu, pengelolaan limbah cair rumah tangga seperti air bekas mandi dan cucian juga perlu perhatian. Masih ditemukan warga yang membuang limbah tanpa pengolahan terlebih dahulu.

“Begitu juga dengan limbah cair rumah tangga, perlu pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan,” tambah dr Husnul.

Dr Koen: Perilaku Jadi Penentu Utama

Dr. Koen Irianto Uripan menegaskan bahwa keberhasilan STBM tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi pada perubahan perilaku masyarakat.

“Sanitasi itu bukan sekadar infrastruktur. Kunci utamanya ada pada kebiasaan hidup bersih yang harus dijaga terus-menerus,” ujarnya dalam sidang pleno.

Ia juga mengingatkan bahwa satu titik masalah dapat berdampak luas terhadap lingkungan.

“Jika masih ada yang buang air sembarangan, dampaknya bisa mencemari lingkungan hingga aliran air yang digunakan masyarakat lain,” tegasnya.

Kunjungan Lapang Perkuat Validasi Data

Sebelum sidang pleno, tim melakukan kunjungan lapang di lima kecamatan, yakni Blimbing, Klojen, Lowokwaru, Kedungkandang, dan Sukun.

Verifikasi dilakukan secara langsung ke rumah warga untuk memastikan kesesuaian data dengan kondisi riil.

Pendekatan ini dinilai penting agar hasil verifikasi tidak hanya berbasis laporan administratif, tetapi benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan.

Harapan: STBM Jadi Budaya, Bukan Sekadar Program

Dengan hasil verifikasi dan deklarasi ini, Dinas Kesehatan Kota Malang berharap seluruh masyarakat semakin memperkuat penerapan lima pilar STBM.

Upaya ini diharapkan mampu mewujudkan Kota Malang sebagai kota yang bersih, sehat, dan aman dari risiko penyakit berbasis lingkungan.

And.

One thought on “Sidang Pleno STBM Malang, Dr Koen Soroti Hasil”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *