Sidoarjo, Globalindomedia.com,- Sidoarjo perkuat komitmen pemberdayaan masyarakat pesisir lewat pengelolaan ekosistem mangrove berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama sejumlah kepala daerah dari kabupaten dan kota pesisir utara Jawa menandatangani deklarasi bersama di Balai Sidang Universitas Indonesia, Senin (10/8/2026).
Deklarasi tersebut dibacakan dalam rangkaian Simposium Mangrove untuk Pemberdayaan Masyarakat dan peluncuran Program Nilai Ekonomi Karbon Mangrove.
Acara ini mempertemukan para pemangku kepentingan lintas sektor untuk merumuskan langkah konkret dalam menjaga kelestarian mangrove sekaligus memberdayakan warga pesisir.
Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan bahwa pengelolaan mangrove kini menjadi fondasi pembangunan masyarakat pesisir yang inklusif dan berkelanjutan. Ia menyebut ekosistem mangrove bukan sekadar pelindung alami garis pantai, melainkan juga sumber ekonomi baru bagi warga sekitar.
“Melalui deklarasi ini kami berkomitmen menjadikan pengelolaan ekosistem mangrove sebagai fondasi pembangunan masyarakat pesisir yang inklusif, produktif, tangguh, dan berkelanjutan,” kata Subandi.

Lima Poin Komitmen Bersama
Para kepala daerah menyepakati lima poin komitmen dalam pertemuan tersebut.
- Pemberdayaan Inklusif dan Partisipatif
Pemerintah daerah akan mendata kelompok sasaran, memetakan potensi wilayah, meningkatkan kapasitas warga, dan mendampingi usaha masyarakat. Langkah ini menempatkan warga pesisir sebagai pelaku utama dalam pengelolaan dan pelestarian mangrove.
- Ekonomi Berkelanjutan Berbasis Mangrove
Daerah pesisir akan mengoptimalkan potensi silvofishery, perikanan berkelanjutan, produk olahan hasil laut dan mangrove, hasil hutan bukan kayu, ekowisata, serta UMKM lokal bernilai tambah.
- Penguatan Kelembagaan dan Ekonomi Lokal
Pemerintah mendorong pengembangan kelompok usaha, koperasi, dan BUM Desa agar mampu membangun kemitraan, mengakses pembiayaan, dan mengelola usaha secara profesional.
- Sinergi Multipihak
Kolaborasi kebijakan, riset, inovasi, investasi, teknologi, akses pasar, hingga tanggung jawab sosial lingkungan akan dipercepat guna mewujudkan masyarakat pesisir yang mandiri dan sejahtera.
- Rencana Aksi Bersama
Setiap daerah akan menetapkan prioritas wilayah, sasaran penerima manfaat, indikator keberhasilan, serta mekanisme evaluasi berkala agar dampaknya terukur dan berkelanjutan.
Harapan ke Depan
Pemkab Sidoarjo meyakini kolaborasi erat antar-pemangku kepentingan akan menjaga kelestarian mangrove sekaligus mengangkat kesejahteraan warga pesisir. Ekosistem mangrove diharapkan menjadi sumber ketahanan ekonomi dan warisan berharga bagi generasi mendatang.
Simposium ini turut menjadi momentum awal implementasi Program Nilai Ekonomi Karbon Mangrove, yang nantinya menghubungkan potensi karbon biru dengan skema pembiayaan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir Pantura Jawa.
Warsono.
