Wisata Petik Melon Candinegoro Tingkatkan Potensi Ekonomi Desa

Sidoarjo, Globalindomedia.com,- Wisata Petik Melon Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, menjadi salah satu upaya mengembangkan potensi ekonomi desa melalui sektor pertanian dan agrowisata.

Wisata yang dikelola BUMDes Gapura Candinegoro tersebut memadukan budidaya melon dengan konsep wisata edukasi. Pengunjung dapat melihat proses budidaya sekaligus memetik buah melon secara langsung dari greenhouse.

Pertanian Modern Jadi Daya Tarik

Pengelola memanfaatkan greenhouse sekitar 400 meter persegi untuk membudidayakan melon dengan sistem hidroponik. Sekitar 1.030 bibit melon dari varietas Intanon dan Sakata ditanam dalam fasilitas tersebut.

Baca juga: Pemkab Sidoarjo Bagikan 1.000 Beras untuk Ojol

Pengelola juga menerapkan teknologi smart farming untuk membantu memantau kebutuhan tanaman. Teknologi tersebut mencakup pengawasan nutrisi, tingkat pH, serta suhu sehingga proses budidaya dapat berlangsung lebih terukur.

Model pertanian modern ini memberikan nilai tambah bagi hasil produksi. Melon tidak hanya dijual sebagai komoditas pertanian, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman wisata.

Wisata Petik Melon Buka Peluang Usaha

Konsep petik melon memungkinkan pengunjung memilih buah secara langsung. Setelah memetik, pengunjung dapat membawa hasil pilihannya dengan sistem penjualan berdasarkan berat melon.

Wisata Petik Melon Candinegoro dikembangkan sebagai agrowisata berbasis smart farming untuk meningkatkan potensi ekonomi Desa Wonoayu, Sidoarjo.

Konsep tersebut membuat kegiatan pertanian menjadi lebih menarik bagi keluarga maupun wisatawan. Pengunjung juga bisa memperoleh edukasi mengenai proses pertumbuhan melon di dalam greenhouse.

Kehadiran wisata ini turut membuka peluang pemasaran produk desa secara langsung. Pengelola dapat memperkenalkan hasil pertanian kepada konsumen tanpa hanya mengandalkan jalur distribusi konvensional.


Libatkan Pemuda Desa

Pengembangan wisata petik melon juga memberikan ruang bagi pemuda untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi desa. BUMDes menggandeng Karang Taruna dalam pengelolaan dan pengembangan usaha.

Keterlibatan pemuda tidak hanya mendukung operasional wisata. Mereka juga berpeluang mengembangkan kemampuan dalam pertanian modern, pemasaran digital, pelayanan pengunjung, hingga pengelolaan usaha.

Langkah tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan usaha desa. Pemanfaatan teknologi dan promosi melalui media sosial juga dapat memperluas jangkauan wisata petik melon Candinegoro.

Dorong Ekonomi Desa Wonoayu

Pengembangan wisata petik melon menunjukkan upaya desa mengoptimalkan potensi lahan menjadi sumber ekonomi baru. BUMDes tidak hanya mengejar hasil panen, tetapi juga menciptakan aktivitas ekonomi yang melibatkan masyarakat.

Dalam satu siklus panen, produksi melon diperkirakan mencapai sekitar 1,5 ton. Dengan harga sekitar Rp30 ribu per kilogram, komoditas tersebut memiliki potensi nilai ekonomi yang cukup besar.

Ke depan, pengelola dapat mengembangkan jenis tanaman maupun aktivitas wisata lainnya. Diversifikasi tersebut dapat membuat greenhouse semakin produktif dan memberikan pilihan wisata yang lebih beragam.

Wisata petik melon Candinegoro menjadi contoh pengembangan usaha desa yang menggabungkan pertanian, teknologi, dan pariwisata. Jika dikelola secara berkelanjutan, usaha tersebut berpotensi meningkatkan pendapatan BUMDes sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

M.Hadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *