Wisata Petik Melon Golden Kinanti Kembangkan Agrowisata Desa

Pasuruan, Globalindomedia.com,- Wisata petik melon golden kinanti di Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, terus berkembang sebagai model agrowisata desa berbasis teknologi pertanian presisi.

Program ini menggabungkan aktivitas wisata, edukasi pertanian, dan penguatan ekonomi lokal dalam satu kawasan terpadu.

Destinasi yang berada di Taman ADN Firdaus tersebut menampilkan ribuan tanaman melon golden kinanti yang dibudidayakan di dalam green house.

Baca juga: Kapolres Pasuruan Silaturahmi dengan Pengasuh Ponpes Sidogiri

Satu unit rumah kaca berukuran sekitar 50 x 11 meter menampung kurang lebih 1.260 tanaman yang dirawat secara terkontrol.

Pengunjung dapat memetik buah langsung dari tanaman sekaligus mendapatkan penjelasan tentang proses budidaya.

Teknologi Presisi Tingkatkan Kualitas Produksi

Kepala Desa Sumbergedang, Niam Sovie, menyampaikan bahwa pengelolaan tanaman menerapkan sistem komputerisasi.

Petugas dapat mengatur nutrisi dan pengairan melalui ponsel, sehingga kebutuhan tanaman terpenuhi secara presisi dan konsisten.

Menurut Niam, sistem ini membantu pengelola menentukan waktu panen yang tepat. Dengan pengaturan yang akurat, kualitas buah lebih terjaga dan tingkat kegagalan produksi dapat ditekan.

Simak juga: https://www.instagram.com/reel/DTxbg2Cjsaq/?igsh=MTh5aDA4OG4xNDRnZw==

Pemerintah desa juga memberikan pelatihan budidaya melon hidroponik dan pelayanan wisata yang humanis kepada tim pengelola.

Pelatihan tersebut bertujuan agar wisata petik melon tidak hanya menarik dari sisi visual, tetapi juga memberi nilai edukasi bagi pengunjung, termasuk pelajar dan kelompok tani dari wilayah sekitar.

Pemanfaatan Lahan Kas Desa dan Kolaborasi Kampus

Seluruh tanaman melon ditanam di lahan kas desa strategis seluas sekitar enam hektare. Pemerintah desa memanfaatkan lahan ini sebagai pusat pertanian bernilai tambah yang terintegrasi dengan kegiatan wisata.

Strategi ini dirancang untuk memperluas sumber pendapatan desa dan masyarakat.
Desa Sumbergedang juga menjalin kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Mahasiswa terlibat dalam pendampingan teknis, penguatan manajemen budidaya, hingga pengembangan konsep wisata edukatif. Kolaborasi ini mempercepat adopsi teknologi dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia desa.

Niam menyebut pendampingan kampus memberi banyak manfaat, terutama dalam menjaga standar produksi hingga panen berhasil.

Ia menilai sinergi desa dan perguruan tinggi menjadi faktor penting dalam keberlanjutan program.

Nilai Jual Tinggi Dukung Perekonomian Warga

Dari sisi pasar, melon golden kinanti memiliki harga jual relatif tinggi dibandingkan melon biasa. Harga per kilogram berkisar antara Rp25.000 hingga Rp30.000.

Rasa buah yang manis, segar, dan bertekstur renyah membuat produk ini mudah diterima konsumen.

Camat Pandaan, Timbul Wijoyo, berharap Desa Sumbergedang dapat tumbuh menjadi pusat agrowisata produktif yang memberi manfaat luas.

Ia menilai wisata petik melon mampu mendorong perputaran ekonomi lokal, membuka peluang usaha pendukung, serta memperkuat ketahanan ekonomi desa.

Dengan pendekatan berbasis teknologi, pemanfaatan aset desa, dan kolaborasi lintas sektor, wisata petik melon golden kinanti tidak hanya memperkaya pilihan destinasi di Pandaan, tetapi juga memperlihatkan dampak sosial yang nyata.

Program ini berpotensi menjadi penggerak kemandirian desa sekaligus contoh pengembangan agrowisata berkelanjutan di Kabupaten Pasuruan.

Ananda.

One thought on “Wisata Petik Melon Golden Kinanti Kembangkan Agrowisata Desa”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *