Jakarta, Globalindomedia.com,- Cuaca ekstrem diperkirakan akan mempengaruhi arus balik Lebaran 2026 di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat terjadi pada periode 24 hingga 26 Maret 2026.
BMKG menyebutkan bahwa kondisi ini berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat yang tengah melakukan perjalanan kembali ke kota asal setelah libur Lebaran.
Baca juga: Banjir Pasuruan Lumpuhkan Jalur Pantura dan Aktivitas Warga
Sejumlah wilayah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga kawasan timur Indonesia diperkirakan mengalami peningkatan intensitas curah hujan dalam waktu singkat.

Siklon Tropis Picu Cuaca Tidak Stabil
BMKG menjelaskan bahwa kemunculan Siklon Tropis NARELLE menjadi faktor utama yang memicu kondisi cuaca ekstrem tersebut.
Sistem siklon ini bergerak dari wilayah utara Australia menuju arah barat dan memberikan dampak tidak langsung terhadap wilayah selatan Indonesia.
Pergerakan siklon ini memicu pertumbuhan awan hujan secara masif, sehingga meningkatkan potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang.
Simak juga: https://www.instagram.com/reel/DVnL566kR_L/?igsh=YmxobzFjaXBvZXJr
BMKG juga mencatat bahwa dampak sistem ini dapat meluas, tergantung pada dinamika atmosfer dalam beberapa hari ke depan.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca karena perubahan dapat terjadi secara cepat dan signifikan.
Angin Kencang Berpotensi Ganggu Perjalanan
Tidak hanya hujan lebat, BMKG juga memperingatkan adanya potensi angin kencang dengan kecepatan lebih dari 40 kilometer per jam di sejumlah wilayah, termasuk Banten, DKI Jakarta, Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.
Kondisi angin kencang ini dinilai dapat membahayakan aktivitas luar ruangan serta perjalanan darat, laut, dan udara.
Pengendara di jalan tol maupun jalur arteri diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi daerah terbuka.
BMKG juga mengingatkan potensi risiko lanjutan seperti pohon tumbang, baliho roboh, serta gelombang tinggi di perairan tertentu yang dapat membahayakan transportasi laut.
Imbauan Keselamatan dan Antisipasi Dini
Dalam menghadapi situasi ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan lebih matang.
Pengendara disarankan menghindari wilayah rawan banjir dan longsor serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima.
Selain itu, masyarakat diminta untuk memanfaatkan kanal informasi resmi BMKG guna memperoleh prakiraan cuaca terkini. Langkah ini dinilai penting untuk meminimalkan risiko selama perjalanan arus balik.
Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode arus balik Lebaran, kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan.
BMKG menegaskan bahwa kesiapsiagaan bersama dapat mengurangi potensi dampak buruk, baik dari sisi keselamatan individu maupun kelancaran transportasi nasional.
F4ND1.

Partner with us and enjoy high payouts—apply now!