​Jakarta, Globalindomedia.com,- BMKG rilis prakiraan kualitas udara terkait konsentrasi Nitrogen Dioksida (NO_2) di berbagai wilayah Indonesia untuk periode 8 hingga 9 Februari 2026.
Berdasarkan data resmi Deputi Klimatologi BMKG, mayoritas kota besar di Indonesia masih menunjukkan tingkat konsentrasi gas polutan yang berada di bawah ambang batas aman.
Meskipun demikian, tren konsentrasi di kota-kota besar Pulau Jawa terpantau lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya.
Baca juga: Sosialisasi DTSEN, Mensos Gus Ipul Kunjungi Kabupaten Pasuruan
​Konsentrasi Gas NO2 di Pulau Jawa
​BMKG rilis prakiraan tersebut menunjukkan bahwa wilayah Jakarta dan Bandung menjadi dua titik dengan tingkat konsentrasi NO_2 tertinggi.
Di Jakarta, rata-rata harian mencapai 17,7 ppb dengan nilai maksimal menyentuh 27,6 ppb.
Sementara itu, Bandung mencatatkan rata-rata 16,8 ppb dengan angka maksimal sebesar 29,4 ppb.
Simak juga: https://www.instagram.com/p/DUdgkDNgcsW/?img_index=7&igsh=MzAydmxxdGxoMTdq
Tingginya angka ini berkolerasi langsung dengan kepadatan sektor transportasi dan emisi gas buang kendaraan bermotor di kedua metropolitan tersebut.
​Meski angka di Pulau Jawa terlihat lebih tinggi secara visual dalam grafik, seluruh wilayah tersebut masih masuk dalam kategori aman (zona hijau).
Sebagai referensi, Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 menetapkan Nilai Baku Mutu NO_2 sebesar 34,6 ppb dalam durasi 24 jam.
Dengan demikian, konsentrasi di Jakarta dan Bandung saat ini masih berada di bawah ambang batas yang membahayakan kesehatan masyarakat secara umum.
​Kondisi Udara di Sumatera dan Wilayah Timur
​Beralih ke Pulau Sumatera, tingkat polusi NO_2 terpantau jauh lebih rendah. Bandar Lampung mencatatkan rata-rata 4,4 ppb, diikuti Bengkulu dengan 4,1 ppb.
Kota-kota lain di Sumatera seperti Jambi dan Pangkal Pinang bahkan memiliki tingkat rata-rata di bawah 1,0 ppb.
Hal ini mengindikasikan kualitas udara yang sangat bersih dari polutan sisa pembakaran bahan bakar fosil di wilayah tersebut.
​Untuk wilayah Indonesia bagian Timur, meliputi Sulawesi, Maluku, dan Papua, kualitas udara terpantau dalam kondisi prima. Makassar menjadi kota dengan konsentrasi tertinggi di wilayah ini dengan rata-rata 4,9 ppb.
Di sisi lain, wilayah seperti Merauke, Sorong, dan Nabire mencatatkan angka mendekati nol, yakni rata-rata 0,2 ppb.
Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas industri dan kepadatan kendaraan di wilayah timur masih sangat rendah sehingga tidak membebani kualitas udara.
​Edukasi dan Mitigasi Dampak Kesehatan
​BMKG menjelaskan bahwa Nitrogen Dioksida merupakan gas polutan yang paling banyak diemisikan dari penggunaan bahan bakar fosil, terutama asap kendaraan dan emisi pabrik.
Untuk meminimalisir paparan, BMKG menghimbau masyarakat untuk melakukan uji emisi kendaraan secara rutin guna memastikan pembakaran mesin yang sempurna.
Selain itu, penggunaan transportasi umum menjadi solusi krusial untuk menekan angka polusi udara di kota-kota besar.
​Masyarakat juga disarankan untuk menanam tanaman “anti-polutan” di lingkungan rumah, seperti Lidah Mertua (Sansevieria), Lili Perdamaian (Spathiphyllum), dan Dracaena.
Tanaman-tanaman ini terbukti mampu menyerap polutan kimia di udara secara alami.
Bagi warga yang beraktivitas di area macet, penggunaan masker standar atau masker karbon aktif N95/KF94 sangat dianjurkan untuk menyerap gas kimia dan bau yang berbahaya.
​Langkah Antisipasi di Lingkungan Rumah
​Selain faktor eksternal, sumber NO_2 terbesar di dalam rumah seringkali berasal dari kompor gas.
BMKG menyarankan penggunaan ventilasi dapur yang baik, seperti pemasangan exhaust fan atau membuka jendela saat memasak agar gas buang tidak terperangkap di dalam ruangan.
Penggunaan alat penyaring udara (Air Purifier) dengan filter HEPA dan Karbon Aktif juga sangat membantu dalam menjaga kesegaran udara di dalam kamar tidur.
​Kualitas udara yang terjaga bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan hasil dari kesadaran kolektif masyarakat dalam mengelola emisi harian.
Dengan memantau informasi prakiraan dari BMKG secara rutin, warga dapat merencanakan aktivitas luar ruangan dengan lebih bijak demi kesehatan jangka panjang
Wrs.

Join forces with us and profit from every click!