Pasuruan, Globalindomedia.com,- Sosialisasi DTSEN, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf kembali mengunjungi Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman pemerintah daerah dan masyarakat terkait Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Elektronik Nasional (DTSEN) sebagai basis utama penyaluran bantuan sosial agar tepat sasaran.
Kegiatan sosialisasi digelar di Gedung Diponegoro, Kelurahan Bendomungal, Kecamatan Bangil.
Baca juga: Bupati Panjatkan Doa Usia 167 Tahun Kabupaten Sidoarjo
Mensos yang akrab disapa Gus Ipul hadir didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico serta Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo.
Sejumlah pejabat daerah turut hadir, di antaranya Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko, serta unsur Forkopimda Kota dan Kabupaten Pasuruan.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul menegaskan bahwa keberhasilan program bantuan sosial sangat bergantung pada akurasi dan pemutakhiran data penerima. Tanpa data yang valid, kebijakan perlindungan sosial berpotensi tidak tepat sasaran.
Akurasi Data Menentukan Efektivitas Bansos
Gus Ipul mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari camat, kepala desa, perangkat desa hingga pendamping sosial, untuk aktif melakukan konsolidasi data dengan Badan Pusat Statistik (BPS).
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi langkah strategis untuk memperbaiki kualitas data kesejahteraan sosial.
“Kalau data akurat, maka program pasti tepat sasaran. Karena itu, kami mengajak Pemkab Pasuruan, camat, kepala desa, dan pendamping untuk terus melakukan konsolidasi data bersama BPS,” kata Gus Ipul.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat bersama BPS saat ini melakukan pemutakhiran data secara berkelanjutan agar kondisi di dalam sistem sesuai dengan realitas di lapangan. Selama ini, masih ditemukan sejumlah bantuan sosial yang tidak tepat sasaran akibat data yang belum diperbarui.
“Dengan konsolidasi yang konsisten, saya yakin kualitas data kita ke depan akan semakin baik,” ujarnya.
DTSEN Perkuat Transparansi dan Keterbukaan Publik
Gus Ipul menambahkan bahwa sosialisasi DTSEN juga menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen pemerintah terhadap keterbukaan data.
Hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 yang mendorong partisipasi masyarakat dalam pemutakhiran data kesejahteraan sosial.
“Sudah tidak bisa lagi menutup-nutupi data. Masyarakat justru kami ajak untuk ikut memperbaiki data, memutakhirkan DTSEN, dan mendukung digitalisasi bantuan sosial,” ucapnya.
Ia menekankan bahwa tidak boleh ada lagi keluarga atau individu yang membutuhkan perlindungan sosial tetapi tidak tercatat dalam sistem nasional.
Pemkab Pasuruan Dukung Konsolidasi DTSEN
Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kementerian Sosial dalam memperbarui DTSEN.
Ia menilai sistem tersebut sebagai instrumen penting untuk efisiensi anggaran dan perencanaan pembangunan yang lebih terukur.
“DTSEN bukan sekadar kumpulan angka, tetapi instrumen kunci untuk efisiensi anggaran dan kebijakan yang tepat sasaran,” ujarnya.
Shobih juga menyoroti masih ditemukannya warga dari kalangan mampu yang tercatat sebagai penerima bantuan sosial.
Oleh karena itu, Pemkab Pasuruan berkomitmen memastikan proses verifikasi lapangan berjalan objektif dan bebas dari intervensi.
Penerapan DTSEN yang akurat diharapkan mampu memperkuat keadilan sosial, mengakhiri polemik bantuan salah sasaran, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap program perlindungan sosial pemerintah.
F4ND1.

One thought on “Sosialisasi DTSEN, Mensos Gus Ipul Kunjungi Kabupaten Pasuruan”