Pasuruan, Globalindomedia.com,- Bromo KOM 2026 resmi dimulai di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (6/6/2026).
Ribuan pesepeda dari berbagai daerah dan mancanegara mengikuti ajang olahraga sepeda yang dikenal sebagai salah satu tantangan tanjakan paling bergengsi di Indonesia.
Wakil Bupati Pasuruan, Gus Shobih, secara langsung memberangkatkan peserta dari pit stop Taman Ria Suropati, Desa Bajangan, Kecamatan Gondang Wetan menuju Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari.
Baca juga: Satres PPA Polresta Sidoarjo Ungkap Persetubuhan Anak Kandung
Dalam kesempatan tersebut, Gus Shobih mengajak seluruh peserta untuk menikmati keindahan alam Kabupaten Pasuruan selama mengikuti kegiatan.
Ia juga mengundang para pesepeda agar kembali datang bersama keluarga untuk menikmati berbagai destinasi wisata yang tersebar di wilayah tersebut.
Menurutnya, penyelenggaraan Bromo KOM 2026 tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana promosi wisata daerah yang efektif.
Kehadiran ribuan peserta dinilai mampu memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi masyarakat setempat.
Ribuan Pesepeda Ikuti Bromo KOM 2026
Panitia mencatat lebih dari seribu pesepeda mengikuti Bromo KOM XII tahun ini. Para peserta berasal dari 314 komunitas sepeda dan mewakili 14 negara.
Jumlah tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap ajang yang telah menjadi agenda tahunan para pencinta olahraga sepeda.
Sebelum memasuki lintasan utama, peserta bersepeda bersama menuju pit stop di Taman Ria Suropati.
Simak juga: https://www.instagram.com/reel/DZPkXrLhMs3/?igsh=ZTZ4ZWczMnc0b2My
Lokasi tersebut menjadi tempat istirahat sebelum mereka melanjutkan perjalanan menuju kawasan Pasrepan yang menjadi titik awal KOM Challenge.
Gus Shobih menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah memilih Kabupaten Pasuruan sebagai tujuan olahraga dan wisata.
Ia menilai kehadiran para pesepeda turut menggerakkan aktivitas ekonomi lokal, mulai dari sektor kuliner, penginapan, hingga penjualan produk oleh-oleh khas daerah.
“Terima kasih sudah menjadikan Kabupaten Pasuruan sebagai tujuan wisata dan olahraga,” ujar Gus Shobih saat memberikan sambutan.
Tanjakan Ikonik Menuju Gunung Bromo
Bromo KOM 2026 tetap mempertahankan konsep yang selama ini menjadi ciri khas penyelenggaraannya.
Setelah mencapai titik start KOM Challenge di Pasrepan, peserta harus menaklukkan tanjakan sepanjang 24,6 kilometer menuju Wonokitri.
Rute tersebut memiliki total elevasi mencapai 1.634 meter dengan gradien maksimum hingga 20 persen.
Karakteristik medan yang berat menjadikan jalur menuju Gunung Bromo sebagai salah satu tanjakan paling ikonik sekaligus menantang bagi para pesepeda di Indonesia.
Founder Main Sepeda sekaligus Direktur Utama DBL Indonesia, Azrul Ananda, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan Pemerintah Kota Pasuruan atas dukungan yang terus diberikan terhadap penyelenggaraan Bromo KOM.
Menurutnya, sinergi yang terjalin selama ini menjadi faktor penting dalam kelancaran pelaksanaan kegiatan.
Pengamanan acara melibatkan berbagai unsur, mulai dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, hingga Satpol PP. Keterlibatan lintas instansi tersebut bertujuan menjaga keamanan dan kelancaran jalannya kegiatan sejak start hingga finis.
Bromo KOM 2026 kembali menunjukkan bahwa olahraga mampu menjadi penggerak sektor lain di luar kompetisi. Selain menghadirkan tantangan bagi para pesepeda, ajang ini juga memperkuat promosi wisata Kabupaten Pasuruan serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Ajakan Gus Shobih kepada peserta untuk kembali berkunjung bersama keluarga menjadi pesan penting bahwa dampak sebuah event olahraga dapat berlanjut pada peningkatan kunjungan wisata dan pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Wrs.

One thought on “Bromo KOM 2026 Dorong Wisata dan Ekonomi Pasuruan”