Geoje Banjir Bandang, Rekor Hujan Terjang Korea Selatan

Gyeongsang Selatan, Globalindomedia.com,- Geoje banjir bandang melanda wilayah pulau di Provinsi Gyeongsang Selatan, Korea Selatan, Senin, 17 Agustus 2026. Hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu memicu longsor dan genangan di berbagai titik kota, hanya beberapa pekan setelah daerah itu bergulat dengan kekeringan panjang.

Badan Meteorologi Korea (KMA) mencatat curah hujan di Geoje menembus 912 milimeter sejak Sabtu hingga Senin sore. Otoritas setempat menyebut angka ini sebagai rekor tertinggi sejak pencatatan cuaca kota tersebut dimulai.

Hujan bahkan sempat mencapai puncaknya pada Senin dini hari, saat 124,5 milimeter air turun hanya dalam satu jam — juga menjadi rekor baru curah hujan per jam di wilayah itu.

Longsor Timpa Apartemen, Satu Tewas

Bencana paling fatal terjadi di kawasan Okpo-dong, ketika material longsor menghantam sebuah bangunan apartemen sekitar pukul 04.42 dini hari.

Longsor tersebut menewaskan satu warga dan melukai empat lainnya. Foto-foto dari lokasi kejadian memperlihatkan sejumlah kendaraan saling bertumpuk setelah diterjang lumpur, pepohonan, dan puing bangunan.

Banjir juga merendam jalan-jalan utama serta menutup sejumlah akses dengan material longsor, sehingga menyulitkan proses evakuasi warga. Petugas pemadam kebakaran harus bekerja ekstra menembus genangan untuk menjangkau korban yang terjebak.

Ratusan Warga Mengungsi

Pos Pemadam Kebakaran Geoje menetapkan status darurat Level 1 pada pukul 01.10 dini hari, kemudian menaikkannya ke Level 2 pada pukul 06.18 setelah banjir kian meluas dan laporan darurat terus berdatangan. Petugas dilaporkan mengevakuasi puluhan warga yang terjebak di sejumlah desa pesisir.

Hingga Senin pagi, total 159 warga tercatat mengungsi akibat bencana ini. Secara nasional, otoritas mencatat 838 laporan kerusakan sejak hujan ekstrem melanda wilayah selatan Korea. Pemerintah pusat pun langsung turun tangan merespons situasi darurat tersebut.

Kekeringan Berganti Banjir dalam Semalam

Ironisnya, Geoje baru saja keluar dari periode kekeringan panjang sebelum hujan ekstrem ini datang. Menurut pejabat cuaca setempat, Provinsi Gyeongsang Selatan menerima curah hujan setara total curah hujan sepanjang musim panas hanya dalam kurun dua hari.

Perdana Menteri Han Seong-sook merespons cepat kondisi ini dengan menginstruksikan polisi, petugas pemadam kebakaran, dan otoritas terkait untuk mengerahkan seluruh kemampuan guna mengevakuasi warga yang terjebak serta masyarakat di wilayah berisiko.

Peringatan Dini Sudah Dikirim Sebelum Puncak Hujan

Sebelum banjir memuncak, otoritas setempat sebenarnya sudah mengirim peringatan darurat bencana ke seluruh warga Geoje sekitar pukul 02.10 dini hari. Isi peringatan itu mencakup risiko longsor dan banjir sungai, sekaligus mendesak warga segera mengungsi ke tempat aman.

Meski peringatan sudah disebar beberapa jam sebelum puncak hujan, sejumlah warga tetap terjebak akibat cepatnya kenaikan debit air, terutama di kawasan pesisir yang juga terdampak air pasang tinggi.

Pemulihan Masih Berlangsung

Tim gabungan pemadam kebakaran dan petugas penyelamat terus bekerja membersihkan puing dan lumpur di kawasan terdampak hingga berita ini diturunkan. Otoritas memastikan proses asesmen kerusakan dan pemulihan akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan, sembari mewaspadai potensi hujan susulan.

Bencana di Geoje menjadi pengingat betapa cepat kondisi cuaca ekstrem bisa berbalik arah — dari kekeringan panjang menjadi banjir terparah dalam sejarah pencatatan kota tersebut, hanya dalam hitungan hari.

Gery.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *