Sidoarjo, Globalindomedia.com,- Sidoarjo optimalkan transaksi digital melalui inovasi QRIS Tap sebagai bagian dari percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat komitmen digitalisasi dengan menghadirkan metode pembayaran non-tunai yang lebih cepat, praktis, dan aman bagi masyarakat.
Kebijakan ini disampaikan dalam kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang digelar di Pendopo Delta Wibawa, Senin (6/4).
Baca juga: Turis Rusia Mabuk Diserang Usai Lecehkan Perempuan Bali
Forum tersebut dimanfaatkan untuk mengevaluasi capaian tahun 2025 sekaligus menyusun strategi implementasi digitalisasi pada tahun 2026.
Bupati Sidoarjo, Subandi, menegaskan bahwa digitalisasi transaksi keuangan menjadi instrumen penting dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran daerah.
Ia menyebut penerapan sistem non-tunai mampu menekan potensi kebocoran serta meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
QRIS Tap Percepat Layanan Transaksi Publik
Pemkab Sidoarjo mendorong implementasi QRIS Tap di seluruh sektor layanan publik.
Teknologi ini memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran cukup dengan menempelkan ponsel ke mesin EDC tanpa perlu memindai kode QR seperti metode sebelumnya.
Langkah tersebut dinilai mampu mempercepat proses transaksi sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat.
Simak juga: https://www.instagram.com/pemkabsidoarjo?igsh=MXYwOHRzbGtvdnV1bQ==
Selain itu, sistem contactless ini juga memberikan keamanan lebih dalam setiap transaksi keuangan.
Sekretaris Daerah Sidoarjo, Fenny Apridawati, menyampaikan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan segera mengadopsi sistem QRIS Tap.
Ia menilai kesiapan infrastruktur digital serta dukungan perbankan menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi program tersebut.
Capaian Digitalisasi Perkuat Fondasi Daerah
Sepanjang tahun 2025, TP2DD Kabupaten Sidoarjo mencatat sejumlah capaian positif dalam digitalisasi transaksi. Kabupaten ini berhasil meraih peringkat ketiga terbaik wilayah Jawa-Bali dalam ajang TP2DD Championship.
Selain itu, tingkat ETPD mencapai 99,5 persen pada semester kedua 2025, yang menjadi tertinggi di Provinsi Jawa Timur.
Program pembayaran retribusi non-tunai juga memperoleh penghargaan sebagai program unggulan terbaik ketiga tingkat nasional.
Capaian tersebut berdampak langsung pada peningkatan PAD serta mendorong indeks pembangunan manusia yang mencapai angka 83,35, tertinggi di Jawa Timur untuk kategori kabupaten.
Perluasan Implementasi ke Berbagai Sektor
Pemkab Sidoarjo berencana memperluas penerapan transaksi digital hingga ke sektor perdagangan, termasuk pasar tradisional, serta layanan kesehatan.
Bupati Subandi mendorong pengembangan aplikasi sederhana agar masyarakat tetap dapat mengakses layanan digital dengan mudah.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan inklusi keuangan sekaligus mempercepat adaptasi masyarakat terhadap teknologi.
Pemerintah daerah juga terus memperkuat kolaborasi dengan sektor perbankan untuk mendukung ekosistem digital yang berkelanjutan.
Dengan inovasi QRIS Tap, Sidoarjo menunjukkan langkah konkret dalam membangun sistem keuangan daerah yang modern dan transparan.
Upaya ini tidak hanya meningkatkan efisiensi layanan publik, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel.
Warsono.

One thought on “Sidoarjo Optimalkan Transaksi Digital melalui Inovasi QRIS Tap”