Malang, Globalindomedia.com,- Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) membatasi aktivitas wisata di Gunung Bromo menyusul kebakaran hutan yang terjadi di Blok Bantengan pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Kebijakan tersebut diambil untuk mempercepat penanganan kebakaran sekaligus menjamin keselamatan wisatawan dan petugas di lapangan.
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mulai memberlakukan pembatasan sejak Senin (3/8/2026) pukul 22.00 WIB. Penutupan sebagian jalur wisata bersifat sementara dan akan dievaluasi setelah kondisi di lokasi dinyatakan aman.
Baca juga: Operasi Miras Sidoarjo Amankan Ribuan Botol Ilegal

Tiga Akses Wisata Ditutup
Berdasarkan Pengumuman Nomor PG.17/T.8/BIDTEK/HMS.01.07/B/08/2026, BB TNBTS menutup sementara akses wisata melalui pintu Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang serta pintu Senduro di Kabupaten Lumajang.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan keputusan tersebut diambil agar proses pemadaman berlangsung lebih efektif dan tidak terganggu oleh aktivitas wisata.
“Penutupan diberlakukan sejak Senin, 3 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan,” kata Rudijanta dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2026).
Simak juga: https://www.instagram.com/reel/DbmZGUPvjzR/?igsh=MWZzN28yaWgxbjRtdA==
Lautan Pasir Tetap Dibuka
BB TNBTS masih membuka kunjungan wisata melalui pintu Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo dan pintu Wonokitri di Kabupaten Pasuruan. Namun, pengunjung hanya diperbolehkan beraktivitas di kawasan Lautan Pasir.
Sementara itu, kawasan Savana ditutup sepenuhnya karena berada dalam area yang berpotensi terdampak kebakaran dan masih menjadi fokus pengamanan petugas.
“Pengunjung dapat memasuki kawasan melalui pintu Cemoro Lawang dan Wonokitri dengan batas kunjungan hanya di Lautan Pasir. Area Savana tidak diperkenankan untuk dikunjungi,” ujar Rudijanta.
Himbau Jaga Kawasan Konservasi
BB TNBTS menghimbau masyarakat, wisatawan, dan pelaku jasa wisata agar mematuhi seluruh ketentuan selama berada di kawasan taman nasional. Pengunjung diminta tidak menyalakan api, membakar sampah, atau membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran baru.
Pengelola juga meminta seluruh pihak ikut menjaga kelestarian kawasan konservasi dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, terutama saat musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran hutan.
Penanganan Kebakaran Terus Berlanjut
Tim gabungan hingga kini masih melakukan pemadaman dan pelokalisiran titik api di Blok Bantengan. BB TNBTS terus berkoordinasi dengan berbagai instansi agar kebakaran segera terkendali dan aktivitas wisata dapat kembali dibuka secara bertahap.
Masyarakat yang berencana berkunjung ke Gunung Bromo diminta mengikuti informasi resmi dari BB TNBTS terkait perkembangan penanganan kebakaran dan pembukaan kembali seluruh jalur wisata. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keselamatan pengunjung sekaligus mendukung upaya perlindungan kawasan konservasi.
Gery.
