Wabup Sidoarjo Apresiasi Pengembangan UMKM Herbal

Sidoarjo, Globalindomedia.com,- Wabup Sidoarjo apresiasi pengembangan UMKM herbal berbasis teh daun kumis kucing di Desa Wonokupang, Kecamatan Balongbendo, Selasa (4 Agustus 2026).

Inisiatif ini dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus mendorong pemanfaatan lahan pekarangan yang selama ini belum optimal.

Kunjungan Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, ke lokasi budidaya dan produksi herbal menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap pelaku usaha mikro. Ia menilai inovasi tersebut memiliki prospek cerah karena menggabungkan aspek kesehatan dan ekonomi masyarakat.

Baca juga: TNBTS Batasi Wisata Gunung Bromo Sementara Waktu

Dukungan Pemerintah terhadap UMKM Lokal

Dalam kunjungannya, Wabup melihat langsung proses produksi teh herbal yang dilakukan secara mandiri oleh pelaku usaha. Ia juga berdialog dengan pengelola untuk mengetahui proses budidaya hingga distribusi produk ke pasar.

Wabup menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendorong pengembangan UMKM berbasis potensi lokal. Menurutnya, sektor ini memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.

Simak juga: https://www.instagram.com/reel/DbnRtZNP4Ky/?igsh=MXVxdXU5cHJlcmR4eA==

Transformasi Lahan Menjadi Produktif

Herwanto, pelaku UMKM setempat, berhasil mengubah lahan pekarangan menjadi area budidaya tanaman kumis kucing. Lahan tersebut kini menjadi sumber bahan baku utama dalam produksi teh herbal yang memiliki nilai jual.

Pemanfaatan lahan tidak produktif ini menjadi contoh konkret bagaimana inovasi sederhana dapat memberikan dampak ekonomi. Selain itu, model usaha ini relatif mudah diterapkan oleh masyarakat karena tidak membutuhkan teknologi tinggi.

Tanaman kumis kucing juga dikenal mudah dirawat dan memiliki ketahanan terhadap hama, sehingga biaya produksi dapat ditekan.

Manfaat Herbal dan Potensi Pasar

Teh daun kumis kucing memiliki berbagai manfaat kesehatan, terutama dalam menjaga fungsi ginjal. Selain itu, tanaman ini juga dipercaya dapat membantu mengatasi tekanan darah tinggi dan gangguan metabolisme lainnya.

Permintaan terhadap produk herbal alami terus meningkat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat. Kondisi ini membuka peluang pasar yang luas bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan produk berbasis tanaman obat keluarga.

Proses pengolahan yang sederhana, mulai dari panen hingga pengemasan, membuat produk ini dapat diproduksi secara berkelanjutan dengan biaya yang relatif terjangkau.

Kemitraan dan Dampak Ekonomi

Pengembangan usaha ini turut melibatkan petani lokal sebagai mitra dalam penyediaan bahan baku. Sistem kemitraan ini menciptakan hubungan saling menguntungkan dan memperkuat ekonomi desa secara kolektif.

Produksi yang stabil memberikan kepastian pendapatan bagi petani. Selain itu, masa panen yang relatif cepat menjadikan tanaman kumis kucing sebagai komoditas yang potensial untuk dikembangkan secara luas.

Wabup Sidoarjo berharap Desa Wonokupang dapat menjadi contoh pengembangan UMKM herbal di daerah lain.

Penutup: Dorongan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal

Pengembangan UMKM herbal ini menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Pemanfaatan lahan yang optimal mampu menciptakan nilai ekonomi baru sekaligus mendukung pola hidup sehat.

“Pemanfaatan potensi lokal harus terus didorong agar ekonomi masyarakat semakin kuat,” ujar Wakil Bupati Mimik Idayana.

Ke depan, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan mampu memperluas pengembangan produk herbal. Upaya ini tidak hanya memperkuat ekonomi daerah, tetapi juga menjadikan Sidoarjo sebagai pusat pengembangan UMKM herbal di tingkat regional.

Warsono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *