BGN Setop SPPG Kalitengah Usai Ratusan Santri Keracunan

Sidoarjo, Globalindomedia.com,- BGN menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah di Tanggulangin, Sidoarjo, Rabu (2/9/2026) dini hari. Badan Gizi Nasional mengambil langkah ini setelah ratusan siswa dan santri dari 19 lembaga pendidikan diduga keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, mengonfirmasi penghentian tersebut. Ia menyebut dapur SPPG akan berhenti beroperasi sambil menunggu hasil evaluasi dan uji laboratorium terhadap sampel makanan. Petugas memperkirakan proses pemeriksaan itu memakan waktu sekitar satu minggu.

Korban Tersebar di 19 Lembaga Pendidikan

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menjelaskan, dugaan keracunan menimpa siswa dari 19 lembaga pendidikan penerima distribusi MBG dari dapur Kalitengah. Lembaga terdampak tidak hanya pesantren, melainkan juga mencakup jenjang SMA, SMP, SD, hingga TK swasta di Sidoarjo.

Baca juga: Wagub Jatim Pastikan Tak Ada Santri Meninggal di Sidoarjo

Insiden bermula dari keluhan kesehatan ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Putat, Kecamatan Tanggulangin. Petugas kesehatan lalu mencatat lonjakan pasien dari berbagai sekolah lain yang menerima pasokan makanan dari dapur yang sama.

Data terbaru yang dihimpun pada Rabu pagi menunjukkan total 500 pasien telah mendapat penanganan medis di delapan rumah sakit. RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo menangani pasien terbanyak, yakni 334 orang, dengan rincian tiga pasien masih dirawat, 239 pasien sudah pulang, dan 92 pasien masih dalam pemantauan.

RS Delta Surya menangani 20 pasien, RSI Siti Hajar merawat 74 pasien, sementara RS Pusura Candi menangani 13 pasien yang seluruhnya masih menjalani observasi. Ambulans pun terus berdatangan ke sejumlah rumah sakit rujukan sepanjang malam pergantian hari.

BGN menghentikan sementara operasional SPPG Kalitengah di Sidoarjo setelah ratusan siswa dan santri diduga keracunan MBG. Total 500 pasien ditangani di delapan rumah sakit.

Dinkes dan Polisi Ambil Sampel Makanan

Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo bersama kepolisian telah mengambil sampel makanan dari dapur SPPG Kalitengah. Petugas membawa sampel itu ke laboratorium untuk mengungkap penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa dan santri.

Teguh menegaskan status penghentian operasional dapur masih bersifat sementara. BGN pusat akan menerima laporan hasil evaluasi tersebut sebagai dasar penentuan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan dapur kembali beroperasi atau justru dikenai sanksi lebih berat.

Emil Pastikan Tak Ada Korban Meninggal

Di tengah lonjakan jumlah pasien, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Pemerintah provinsi terus memantau perkembangan kondisi kesehatan para siswa dan santri yang masih dirawat di berbagai rumah sakit rujukan.

Dapur Salurkan Ribuan Porsi MBG per Hari

SPPG Kalitengah selama ini memasok sekitar 2.800 porsi MBG setiap hari. Dari jumlah itu, sekitar 1.000 porsi disalurkan ke lingkungan Pondok Pesantren Manbaul Hikam, sedangkan sisanya didistribusikan ke sejumlah sekolah di Kecamatan Tanggulangin dan sekitarnya.

Kapasitas distribusi yang besar ini membuat dampak insiden keracunan meluas dengan cepat ke berbagai jenjang pendidikan dalam waktu singkat. BGN menyatakan akan mengevaluasi standar operasional prosedur dapur secara menyeluruh sebelum memutuskan status operasional SPPG Kalitengah selanjutnya.

Kasus ini menambah daftar insiden keracunan program MBG yang sebelumnya juga terjadi di sejumlah daerah lain seperti Semarang dan Klaten. BGN sebelumnya menyatakan pelanggaran standar operasional prosedur, termasuk ketidaksesuaian bahan baku, kerap menjadi penyebab utama insiden serupa di berbagai dapur SPPG.

Gery

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *