Wagub Jatim Pastikan Tak Ada Santri Meninggal di Sidoarjo

Sidoarjo, Globalindomedia.com,- Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak memastikan tidak ada santri yang meninggal dunia dalam peristiwa dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Pernyataan itu disampaikan Wagub Emil, yang juga menjabat Ketua Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) Jatim, untuk meredam kabar simpang siur yang telanjur beredar di masyarakat.

“Tolong juga, tadi ada kabar mohon maaf meninggal, itu tidak betul. Tidak ada yang meninggal,” ujar Wagub Emil saat meninjau korban di RSUD RT Notopuro, Sidoarjo, Rabu (2/9/2026).

Baca juga: Kekeringan Ekstrem Jatim Berlanjut, Awal September Minim Hujan

Kronologi Peristiwa

Kejadian bermula ketika para santri mengonsumsi paket MBG pada Selasa (1/9) siang. Beberapa jam berselang, tepatnya usai salat Asar, sejumlah santri mulai mengeluhkan sakit kepala, mual, hingga muntah secara beruntun.

Menu MBG yang disantap para santri sore itu terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, tumis buncis baby corn, dan buah apel. Kondisi santri yang memburuk membuat pihak pesantren segera melarikan mereka ke sejumlah fasilitas kesehatan terdekat.

Ratusan Santri Jalani Perawatan

Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mencatat sedikitnya 293 santri jenjang SMP dan SMA harus menjalani perawatan akibat kejadian ini. Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, menyebut para korban tersebar di delapan rumah sakit rujukan.

Wagub Jatim Emil Dardak pastikan tak ada santri meninggal dunia dalam peristiwa dugaan keracunan MBG di Ponpes Manba'ul Hikam, Sidoarjo.

Rumah sakit tersebut meliputi RSUD RT Notopuro, RSI Siti Hajar, RS Bhayangkara Pusdik Porong, RS Delta Surya, RSU Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan, RS Pusura, dan RS Arafah Anwar Medika. Data terbaru yang dihimpun hingga Rabu dini hari bahkan mencatat angka korban bertambah menjadi 424 santri dari internal ponpes, ditambah 24 orang dari luar pesantren.

Sebanyak 173 santri di antaranya telah diizinkan pulang setelah kondisinya membaik dan mendapat penanganan medis.

Emil Dardak Verifikasi Langsung ke BGN

Untuk memastikan kebenaran informasi, Emil mengaku langsung berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menegaskan hasil penelusuran resmi tidak menemukan bukti adanya korban jiwa dalam insiden tersebut.

“Kami tanyakan ke BGN, tidak ada info soal santri yang meninggal dunia,” kata Emil.

Emil menambahkan bahwa keluhan serupa juga dialami siswa dari sejumlah sekolah lain yang menerima MBG dari dapur penyedia yang sama. Ia mencatat total 19 lembaga pendidikan terdampak, mulai dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA.

Dapur Penyedia MBG Disetop Sementara

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanggulangin Kalitengah, yang diduga menjadi sumber makanan penyebab keracunan, dikenai penghentian operasional sementara. Langkah ini ditempuh untuk kepentingan investigasi menyeluruh terhadap penyebab kejadian.

Emil memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan sesuai kondisi medisnya masing-masing, bukan diperlakukan secara seragam. Ia juga menjamin seluruh biaya perawatan, baik di rumah sakit pemerintah maupun swasta, ditanggung penuh oleh pemerintah daerah.

Pemprov Jatim turut berkomitmen memantau seluruh satuan pendidikan penerima manfaat MBG guna memastikan tidak ada siswa atau santri bergejala yang luput dari penanganan medis.

Bupati dan Pesantren Kompak Membantah

Pernyataan Emil senada dengan Bupati Sidoarjo Subandi, yang juga membantah kabar adanya santri meninggal dunia. Subandi menegaskan seluruh santri korban telah terpantau dan ditangani dengan baik di masing-masing rumah sakit.

“Tidak ada yang meninggal, semua pasien tertangani dengan baik. Kalau ada berita yang menyatakan ada yang meninggal, itu tidak benar,” tegas Subandi.

Ketua Asrama Wustha Ponpes Manba’ul Hikam, Ferdiansyah, turut meluruskan bahwa makanan penyebab keracunan bukan berasal dari dapur internal pesantren, melainkan pasokan dari program MBG melalui SPPG setempat.

Hingga kini, kondisi seluruh santri terus membaik dan proses investigasi terhadap dapur SPPG Tanggulangin Kalitengah masih terus berjalan.

Gery

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *